Kudus  

Petani Tak Perlu Memutar Jauh Lagi! Jembatan Merah Putih Pedawang Rampung Dibangun dalam Sebulan

Bupati Kudus Sam'ani Intakoris meninjau kondisi infrastruktur Jembatan Menawan yang baru selesai diperbaiki dari kerusakan akibat banjir bandang.
Bupati Kudus, Sam'ani Intakoris bersama jajaran TNI dan unsur pemerintah daerah saat meresmikan Jembatan Merah Putih di Desa Pedawang, Kabupaten Kudus, Senin (16/3/2026). (DYAH NURMAYA SARI/JOGLO JATENG)

KUDUS, Joglo Jateng – Pemerintah Kabupaten Kudus bersinergi dengan jajaran TNI resmi membuka Jembatan Merah Putih Pedawang untuk mobilitas masyarakat pada Senin (16/3/2026). Peresmian infrastruktur penghubung di Desa Pedawang ini menjadi angin segar bagi warga karena memutus sejarah panjang kendala akses ekonomi dan pertanian yang kerap terisolasi akibat sungai berarus deras saat musim penghujan tiba.

Sebelumnya, dua kawasan di desa tersebut terpisah oleh aliran sungai. Kondisi geografis ini membuat warga kesulitan beraktivitas dan terpaksa memutar arah dengan jarak tempuh yang jauh menuju lahan garapan mereka.

Berkat kolaborasi kilat lintas sektoral, pengerjaan konstruksi jembatan vital ini berhasil dirampungkan dalam waktu rekor, yakni kurang dari satu bulan.

Bupati Kudus Sam’ani Intakoris yang hadir dalam peresmian tersebut menyampaikan apresiasi mendalam atas kerja keras jajaran TNI dan masyarakat yang saling bahu-membahu merampungkan proyek.

“Kita resmikan Jembatan Pedawang, Jembatan Merah Putih yang dibangun oleh Kodim. Alhamdulillah dengan cepat, tidak sampai satu bulan sudah bisa terselesaikan,” ungkap Sam’ani.

Ia menegaskan, keberadaan jembatan baru ini otomatis mendongkrak akses ekonomi, jalur pendidikan, dan denyut nadi sosial masyarakat.

“Jembatan ini menghubungkan dua jalan yang sebelumnya belum tersambung. Dari sebelah sungai ke sebelah sungai akhirnya terjadi interaksi dan komunikasi yang lebih baik. Ketika jembatan dibangun, akses menjadi mudah. Jalur ekonomi, jalur pendidikan, dan jalur sosial juga semakin lancar,” katanya.

Konstruksi Armco Pertama di Kota Kretek

Secara spesifikasi teknis, infrastruktur ini memiliki bentang panjang sekitar 12 meter dan lebar hampir 5 meter. Ukuran ini sangat memadai dan aman untuk dilalui oleh kendaraan roda dua maupun roda empat.

Komandan Kodim 0722/Kudus, Letkol Arh Yuusufa Allan Andriasie, menerangkan bahwa proyek ini merupakan percontohan penggunaan konstruksi baja bergelombang atau Armco di wilayahnya.

“Secara teknis jembatan di Pedawang ini memenuhi syarat untuk dibangun jembatan Armco. Kedalaman sungainya sekitar tiga meter sehingga sesuai dengan data teknis yang kami miliki,” ujarnya.

Pembangunan fasilitas ini dieksekusi oleh 30 hingga 40 personel gabungan TNI dan masyarakat setempat guna mengakomodasi padatnya rutinitas harian penduduk desa.

“Di belakang kita ada area perkebunan yang sering diolah masyarakat, dan warga juga membutuhkan akses untuk kegiatan ibadah maupun aktivitas sehari-hari,” lanjut Dandim.

Menjadikan proyek ini sebagai percontohan sukses, pihak Kodim berencana mereplikasi inovasi serupa ke berbagai titik rawan akses lainnya.

“Ini yang pertama di Pedawang dan juga pertama di Kudus untuk jembatan Armco. Jika terbukti berhasil, kami akan mengusulkan pembangunan jembatan serupa di beberapa titik lain di Kabupaten Kudus,” ucapnya mantap.

Petani Sumringah Sambut Masa Panen

Sementara itu, Kepala Desa Pedawang, Sofwan, menceritakan bahwa pembangunan penyeberangan ini adalah mimpi dan aspirasi menahun warga. Pasalnya, sungai tersebut bukan kewenangan desa, sehingga penggunaan Dana Desa untuk pembangunan dilarang secara regulasi.

Kini, penderitaan petani yang harus menguras tenaga memutar jalan menuju lahan persawahan di seberang sungai telah usai.

“Dengan adanya jembatan ini akses menuju sawah menjadi lebih cepat dan tentu lebih efisien, terutama saat masa panen,” sebut Sofwan bersyukur. (uma/fat/rds)