Hari Pertama Kerja, Pemprov Jateng Gelar Halalbihalal dan Evaluasi Arus Mudik 2026

Ratusan ASN dan jajaran Forkopimda Jawa Tengah mengikuti acara silaturahmi halalbihalal di Kantor Gubernur Jawa Tengah pada hari pertama masuk kerja.
SUASANA: Hari pertama masuk kerja ASN dan Forkopimda Provinsi Jawa Tengah melakukan silaturahmi di Kantor Gubernur Jawa Tengah, Rabu (25/3/2026). (HUMAS/JOGLO JATENG)

SEMARANG, Joglo Jateng – Momentum hari pertama masuk kerja pascalibur Lebaran langsung dimanfaatkan oleh Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Tengah untuk menggelar ajang silaturahmi lintas daerah. Langkah taktis ini bertujuan menyelaraskan visi pelayanan publik agar terstandardisasi dengan baik di seluruh wilayah administrasi Jawa Tengah.

Kegiatan halalbihalal yang digelar di Kantor Gubernur Jawa Tengah pada Rabu (25/3/2026) ini dihadiri oleh seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) Pemprov Jateng serta bupati/wali kota se-Jateng.

Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menegaskan, acara tersebut tidak sekadar tradisi seremonial tahunan, melainkan sebuah ajang konsolidasi strategis.

“Hari ini kita masuk kerja, kita lakukan halalbihalal, bukan open house. Ini untuk menyamakan persepsi, bersilaturahmi, sekaligus membangun spirit dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat di provinsi maupun 35 kabupaten/kota,” ujar Luthfi.

Menurutnya, kolaborasi yang solid antar-Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan pemerintah kabupaten/kota sangat krusial untuk memastikan optimalisasi layanan masyarakat ke depannya.

Sukses Kendalikan 17,7 Juta Pemudik dan Harga Sembako

Dalam kesempatan yang sama, Luthfi turut memaparkan hasil evaluasi penyelenggaraan arus mudik Lebaran 2026. Wilayah Jawa Tengah yang menjadi jalur sentral pergerakan pemudik terbukti mampu menangani lonjakan arus kendaraan dengan sangat baik.

“Dari sisi infrastruktur tidak ada komplain publik terkait jalan. Kemudian tidak ada kemacetan yang fluktuatif meskipun Jawa Tengah menjadi sentral mudik,” terangnya.

Berdasarkan pendataan, terdapat sekitar 17,7 juta pemudik yang melintas dengan volume pergerakan mencapai 1,87 juta unit kendaraan. Meskipun angkanya sangat masif, situasi lalu lintas tetap terkendali tanpa adanya laporan insiden kecelakaan yang menonjol.

Selain urusan jalan raya, stabilitas ketersediaan dan harga bahan pokok masyarakat (kepokmas) selama periode Idulfitri juga patut diapresiasi karena tidak membebani warga.

“Tidak ada kelangkaan bahan pokok. Semua tersedia dan terjangkau. Ini berkat kolaborasi antara provinsi, dinas, dan kabupaten/kota dalam melakukan intervensi di lapangan,” jelasnya.

Kondisi kondusif yang berhasil dipertahankan selama masa liburan ini diharapkan dapat terus berlanjut guna mendorong perputaran roda ekonomi warga pascalebaran. (hfh/iza/rds)