IKLH Pemalang Tembus 72,49, Kualitas Lingkungan Melesat

PENGHIJAUAN: Bupati Pemalang Anom Widiyantoro saat melakukan penanaman sebagai langkah komitmen program RAPSHODI, belum lama ini.(HUMAS/JOGLO JATENG)

PEMALANG, Joglo Jateng – Kualitas lingkungan hidup Kabupaten Pemalang menunjukkan tren membaik dengan Indeks Kualitas Lingkungan Hidup (IKLH) yang naik dari 66,15 pada 2023, menjadi 66,81 pada 2024, dan melonjak signifikan ke 72,49 pada 2025. Peningkatan ini ditopang perbaikan kualitas air yang naik dari 48,33 pada 2024 menjadi 75,14 pada 2025, serta kualitas lahan yang meningkat ke 63,08.

Hal tersebut disampaikan langsung oleh Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Pemalang, Ahmady Stiawan Widatmojo, menyebut, satu faktor utama pendorong kenaikan IKLH pada 2025 adalah Indeks Kualitas Air (IKA). Setelah sempat turun dari 53,33 pada 2023 menjadi 48,33 pada 2024, kualitas air melonjak signifikan menjadi 75,14 pada 2025. Peningkatan ini menunjukkan adanya perbaikan kualitas air sungai serta pengendalian pencemaran yang lebih efektif.

“Kesadaran masyarakat terutama pelaku industri menjadi salah satu aspek utama adanya peningkatan IKLH. Dan kami akan terus melakukan sosialisasi serta pengawasan untuk pelaksanaan pengelolaan limbah di setiap tempat industri,” ucapnya.

Sementara itu, Indeks Kualitas Udara (IKU) mengalami dinamika. Dari 85,49 pada 2023 meningkat menjadi 92,83 pada 2024, namun turun menjadi 75,11 pada 2025. Meski demikian, nilai tersebut masih berada dalam kategori baik, menandakan kualitas udara di Pemalang relatif terjaga.

Adapun Indeks Kualitas Lahan (IKL) juga menunjukkan tren positif. Dari 52,40 pada 2023 dan sempat turun menjadi 50,39 pada 2024, kemudian meningkat cukup signifikan menjadi 63,08 pada 2025. Hal ini mencerminkan adanya kemajuan dalam pengelolaan lahan dan upaya rehabilitasi lingkungan.

Kenaikan IKLH selama tiga tahun berturut-turut menjadi indikator perbaikan kualitas lingkungan hidup secara menyeluruh di Kabupaten Pemalang. Peningkatan signifikan pada 2025 menunjukkan berbagai program pengelolaan lingkungan yang dijalankan mulai memberikan hasil nyata.

Menurutnya, keberhasilan ini tidak lepas dari komitmen Pemerintah Kabupaten Pemalang serta dukungan masyarakat dan seluruh pemangku kepentingan dalam menjaga kelestarian lingkungan.

Sejak 2025, Pemkab Pemalang juga menggencarkan program unggulan RHAPSODI (Resik, Apik, Peduli, Silaturahmi, Hijau, Organisatoris, Digitalisasi, dan Ikhlas). Program ini diwujudkan melalui gerakan bersih-bersih lingkungan dan penanaman pohon yang dilaksanakan setiap Jumat.

“Ini juga bagian dari dorongan pak Bupati dan Wakil Bupati Pemalang serta, seluruh perangkat daerah, pemerintah desa, TNI, Polri, BUMD, instansi vertikal, hingga masyarakat. Untuk mempertahankan capaian ini bahkan meningkatkannya lagi dalam rangka keberlanjutan keseimbangan lingkungan,” pungkasnya.(fan/rds)