PATI, Joglo Jateng – Lembaga Amil Zakat, Infak, dan Sedekah Nahdlatul Ulama (LAZISNU) Ranting Penggung di Desa Ngagel, Kecamatan Dukuhseti, menginisiasi program inovatif bernama Sedekah Rongsokan. Gerakan pengelolaan barang bekas ini terbukti efektif mengubah tumpukan sampah rumah tangga menjadi dana amal yang bermanfaat bagi kemaslahatan umat.
Langkah sosial ini tidak berjalan sendirian, melainkan menggandeng sejumlah Badan Otonom (Banom) NU setempat, seperti Ansor, Banser, Fatayat, hingga Muslimat. Kekompakan warga desa terlihat saat mereka rutin menjemput donasi dari rumah ke rumah.
Anggota LAZISNU dan Banser berkeliling membawa keranjang di atas sepeda motor untuk mengambil barang bekas yang sudah disiapkan warga di depan rumah. Tim lainnya bersiap menggunakan mobil pikap untuk mengangkut rongsokan dalam skala besar menuju posko pengumpulan.
Hasilkan Jutaan Rupiah untuk Dana Sosial
Ketua LAZISNU Ranting Penggung, Eko Wahyudi mengatakan, penjemputan barang bekas dilakukan secara berkala setiap dua minggu sekali pada Jumat pagi. Setelah terkumpul, rongsokan tersebut dipilah sesuai jenis materialnya agar nilai jualnya lebih tinggi saat disetorkan ke pengepul.
Dalam satu siklus penjualan, pengelola mampu meraup pendapatan yang cukup menjanjikan, yakni berkisar antara Rp 900 ribu hingga Rp 1,3 juta.
“Uang hasil penjualan ini akan dimasukkan ke kas LAZISNU, kemudian dialokasikan untuk kegiatan sosial, seperti santunan kematian hingga bantuan bencana alam,” ucap Eko.
Apresiasi dari Pemerintah Desa
Inovasi pengolahan sampah menjadi dana umat ini mendapat apresiasi penuh dari Pemerintah Desa (Pemdes) Ngagel. Sekretaris Desa Ngagel, Setyo Widi Nugroho alias Yoyok, menilai kolaborasi antarorganisasi ini sebagai terobosan kreatif.
“Dengan adanya gerakan ini, mudah-mudahan memberikan kemaslahatan bagi umat, khususnya di Dukuh Penggung, Desa Ngagel,” ungkapnya.
Yoyok menekankan bahwa amalan sedekah tidak selalu membutuhkan uang tunai atau barang mewah. Barang bekas yang selama ini dibuang dan dianggap kotor pun bisa menjadi ladang pahala jika dikelola dengan manajemen yang tepat.
“Mari kita sukseskan bersama. Semoga melalui program daur ulang ini, kita juga bisa mengurangi permasalahan sampah di lingkungan Dukuh Penggung,” pungkasnya. (lut/fat/rds)










