Pati  

Lirik Potensi Pati, Investor Tiongkok Siap Bangun Pelabuhan Kapal Ikan di Juwana

SUASANA: Plt Bupati Pati Risma Ardhi Chandra saat memimpin Rapat Koordinasi Evaluasi Gerai MPP dan Rapat Koordinasi Tim Satgas Percepatan Investasi Kabupaten Pati di Ruang Kembang Joyo Setda Pati, Senin (26/5/2026). (HUMAS/JOGLO JATENG)

PATI, Joglo Jateng – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pati terus menjalin komunikasi dengan sejumlah investor. Salah satunya dengan investor dari Tiongkok yang disebut tertarik berinvestasi di Bumi Mina Tani ini.

Hal tersebut diungkapkan Plt Bupati Pati Risma Ardhi Chandra saat memimpin Rapat Koordinasi Evaluasi Gerai Mal Pelayanan Publik (MPP) dan Rapat Koordinasi Tim Satgas Percepatan Investasi Kabupaten Pati di Ruang Kembang Joyo Setda Pati, Senin (26/5/2026). Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat pelayanan publik sekaligus mendorong percepatan investasi di Kabupaten Pati.

Dalam kesempatan itu, Chandra menyampaikan, pihaknya terus mendorong peningkatan realisasi investasi daerah melalui berbagai sektor strategis. Saat ini, Pemkab Pati mulai menjalin komunikasi dengan sejumlah investor yang tertarik berinvestasi di Kabupaten Pati.

Di antaranya pada sektor pelabuhan perikanan. Mereka adalah gabungan investor dari Tiongkok, yang berencana membangun pelabuhan kapal ikan di Pelabuhan Ujung, Kecamatan Juwana.

“Ini sesuatu yang menggembirakan bagi perikanan Kabupaten Pati. Karena mereka tidak hanya membangun infrastruktur terkait pelabuhan kapal, tetapi juga menerima hasil dari perikanan Kabupaten Pati,” ujarnya.

Ia menambahkan, tingginya minat investor untuk masuk ke Kabupaten Pati harus diimbangi dengan kesiapan pelayanan publik. Khususnya melalui Mal Pelayanan Publik dan Satgas Percepatan Investasi.

“Jadi banyak yang ingin berinvestasi di Kabupaten Pati, makanya kesiapan dari mal pelayanan publik itu sangat penting, dan harapan kami Satgas ini bisa berjalan dengan baik,” tambahnya.

Pemkab Pati juga berkomitmen mempermudah pelayanan perizinan investasi. Mulai dari Persetujuan Bangunan Gedung (PBG), Amdal, hingga dokumen pendukung lainnya agar para investor merasa nyaman dan terlayani saat berinvestasi di Kabupaten Pati.

“Saya kira jika mereka terlayani dengan baik, mereka akan menularkan dan menginformasikan ke teman-teman perusahaan yang lain untuk berinvestasi di Kabupaten Pati,” pungkasnya. (lut/fat/rds)