Ia menambahkan, kegiatan tersebut bertujuan mengenalkan kembali budaya dan permainan tradisional kepada generasi muda. Sebab kini, mereka dinilai lebih akrab dengan teknologi modern.
“Kami ingin mengajak mereka flashback ke masa lalu. Supaya tahu bahwa dulu ada permainan-permainan yang sangat menyenangkan dan menjadi bagian dari kehidupan masyarakat,” tuturnya.
Antusiasme warga yang memadati lokasi acara berada di luar dugaan panitia.
Sumarno mengaku bersyukur karena kirab tersebut berubah menjadi pesta rakyat yang dinikmati seluruh lapisan masyarakat.
“Saya tidak menyangka sambutannya begitu luar biasa. Alhamdulillah masyarakat menerima dengan baik. Kegiatan ini menjadi pesta rakyat dan hiburan bagi masyarakat Desa Tanjungkarang,” kata dia.
Selain melestarikan budaya, Kirab Lentog Tanjung juga menjadi sarana pemberdayaan ekonomi masyarakat.
Berbagai makanan tradisional yang ditampilkan dalam acara tersebut merupakan hasil produksi warga setempat.
“Sekarang orang lebih mengenal makanan-makanan modern. Padahal dulu ada banyak makanan tradisional seperti gayam dan jajanan khas lainnya yang mulai jarang ditemukan,” ujarnya.
“Melalui kegiatan ini kami ingin melestarikan sekaligus memperkenalkan kembali makanan tempo dulu kepada generasi sekarang,” pungkas Sumarno. (uma/fat/rds)










