KUDUS, Joglo Jateng – Pasar Tradisional Lentog Tanjung, Desa Tanjungkarang, Kecamatan Jati, dipenuhi antusiasme masyarakat dalam gelaran Kirab Lentog Tanjung 2026 yang digelar pada Minggu (7/6/2026).
Kegiatan ini menghadirkan pawai budaya, festival jajanan jadul, pertunjukan dolanan anak tempo dulu, dan cek kesehatan gratis. Ada pula berbagai permainan tradisional yang menghidupkan kembali kenangan masa lalu.
Kirab dimulai dari Gapura RT 2 RW 5 menuju Pasar Kuliner Lentog Tanjung.
Seluruh peserta diwajibkan mengenakan pakaian bergaya tahun 1980-an sebagai bentuk penghormatan terhadap sejarah dan budaya desa setempat.
Kepala Desa Tanjungkarang, Sumarno menjelaskan, pelaksanaan kirab tahun ini sengaja dibuat berbeda dibandingkan dengan sebelumnya.
Jika biasanya acara digelar pada malam hari, kali ini kegiatan dilaksanakan pada siang hari agar lebih ramah bagi anak-anak dan keluarga.

Menurutnya, tema yang diangkat setiap tahun selalu berbeda. Tahun ini panitia memilih tema “Tempo Doeloe” sebagai sarana refleksi bagi seluruh masyarakat desa.
“Saya harus melihat apakah selama ini pembangunan desa sudah berjalan dengan baik atau belum. Kalau memang sudah baik, kita pertahankan,” katanya.
“Kalau masih ada yang kurang, harus kita benahi bersama. Masyarakat juga harus melihat apakah desa kita sudah maju atau masih tertinggal dibanding desa-desa lain,” imbuhnya.
Selain menjadi ajang refleksi pembangunan, kegiatan tersebut juga dimaksudkan untuk menghormati jasa para pendahulu yang telah membangun Desa Tanjungkarang.
Oleh karena itu, sebelum kirab dimulai, pihaknya mengadakan doa bersama untuk mendoakan arwah para leluhur yang dahulu telah berjuang membangun desa.
Keunikan acara semakin terasa karena seluruh unsur kegiatan bernuansa jadul.
Mulai dari kostum peserta, makanan yang disajikan, hingga permainan tradisional yang dimainkan oleh warga dari setiap RW.
“Ada ribuan kue dan makanan yang dibagikan gratis, termasuk lentog. Setiap RW yang ikut harus menampilkan permainan tradisional seperti egrang, gobak sodor, dan permainan lainnya,” ungkap Sumarno.










