KENDAL, Joglo Jateng – Pantai Indah Kemangi (PIK) di Desa Jungsemi, Kecamatan Kangkung, Kabupaten Kendal, tidak hanya menjadi destinasi wisata favorit di pesisir utara Jawa Tengah.
Destinasi ini juga memberikan dampak ekonomi dan sosial yang signifikan bagi masyarakat setempat.
Dikelola oleh Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) sejak 2018, objek wisata ini mampu menghasilkan pendapatan sekitar Rp 1 miliar per tahun. Pendapatan ini kemudian dimanfaatkan untuk berbagai program pembangunan desa.
Manajer Pantai Indah Kemangi, Sulton mengatakan, rata-rata sekitar 4.000 wisatawan berkunjung ke PIK setiap bulan.
Dengan harga tiket masuk Rp 5.000 yang sudah termasuk biaya parkir, pengelola memperoleh pendapatan sekitar Rp 150 juta hingga Rp 160 juta setiap bulannya.
“Kalau dihitung dalam setahun, pemasukan kami sekitar Rp 1 miliar. Tetapi kami hanya efektif buka sekitar 10 bulan karena saat Ramadan dan musim hujan ekstrem kawasan wisata ditutup,” ujar Sulton, Kamis (30/7/2026).
Menurutnya, pendapatan dari pengelolaan wisata tidak hanya digunakan untuk pengembangan kawasan. Dana tersebut juga dialokasikan untuk berbagai kebutuhan masyarakat melalui Pemerintah Desa Jungsemi.
Dana tersebut dimanfaatkan untuk peningkatan akses jalan menuju lokasi wisata.
Selain itu, dialokasikan juga untuk operasional Madrasah Diniyah, Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPQ), Kelompok Bermain (KB), Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), hingga taman kanak-kanak (TK).
Anggaran juga digunakan untuk membiayai jasa penggali kubur, petugas yang memandikan jenazah, serta berbagai program santunan sosial bagi warga.
“Warga Jungsemi yang anaknya sekolah di PAUD, TK, TPQ maupun Madin tidak dipungut biaya alias gratis,” katanya.










