SEMARANG, Joglo Jateng – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Tengah terus memperkuat mutu layanan pendidikan prasekolah. Hal ini dilakukan demi mengoptimalkan tumbuh kembang dan karakter anak sejak usia dini.
Langkah penguatan ini diwujudkan lewat peluncuran Buku Pedoman dan Modul PAUD EMAS. Selain itu, Pemprov juga menjalin kerja sama dengan Fakultas Psikologi Universitas Diponegoro (Undip) Semarang.
Acara peluncuran tersebut digelar di Horison Ultima Sentraland, Kota Semarang, Senin (3/8/2026). Kegiatan ini dihadiri langsung oleh Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen.
Taj Yasin menegaskan pentingnya Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) sebagai fondasi pembentukan karakter generasi masa depan.
Pendidikan sejak dini dinilai sangat penting untuk mengembangkan potensi, kemampuan motorik, hingga karakter anak.
“Pendidikan itu dimulai sejak lahir. Tantangannya sekarang adalah bagaimana mengembangkan pendidikan, pendampingan, dan program yang tepat bagi anak-anak maupun pendidik di tingkat PAUD,” katanya.
Ia mengapresiasi peluncuran Buku Pedoman dan Modul PAUD EMAS yang diinisiasi Bunda PAUD Provinsi Jawa Tengah bersama Dinas Pendidikan (Disdik) Provinsi Jawa Tengah.
Pedoman tersebut nantinya akan diterapkan melalui proyek percontohan di empat desa pada empat kabupaten.
Selain itu, Taj Yasin juga menyambut baik penandatanganan nota kesepahaman atau Memorandum of Understanding (MoU) antara Bunda PAUD Provinsi Jawa Tengah dengan Fakultas Psikologi Undip. Kerja sama itu dinilai penting untuk memperkuat pendampingan psikologis bagi anak.
Ia mengungkapkan, dari pelaksanaan program dokter spesialis keliling (Speling), keterlibatan psikolog menemukan berbagai persoalan yang dihadapi anak. Mulai dari perundungan (bullying) hingga kekerasan yang terjadi, baik di sekolah maupun lingkungan sekitar.
“Karena itu perlu ada terobosan, pencerahan, dan pendampingan,” ujar Taj Yasin.
“Kehadiran buku pedoman ini diharapkan mampu menciptakan lingkungan PAUD yang bebas dari kekerasan dan bullying,” tegasnya.
Taj Yasin mengingatkan bahwa pendidikan di PAUD tidak boleh membebani anak dengan materi pelajaran berat. Sebaliknya, suasana belajar harus dibuat menyenangkan agar anak merasa nyaman dan senang datang ke sekolah.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Tengah, Sadimin mengatakan, rapat koordinasi ini bertujuan meningkatkan sinergi program kerja. Khususnya antara Bunda PAUD Provinsi dengan Bunda PAUD kabupaten/kota.
Sinergi ini dilakukan dalam rangka memperkuat akses dan mutu layanan pendidikan anak usia dini di Jawa Tengah.
Menurutnya, PAUD merupakan fondasi penting dalam membentuk karakter, kemandirian, dan kemampuan berkomunikasi. Serta menumbuhkan kreativitas dan kesiapan anak memasuki jenjang pendidikan dasar.
“Penyelenggaraan PAUD tidak bisa hanya menjadi tanggung jawab satuan pendidikan. Dibutuhkan keterlibatan keluarga, masyarakat, pemerintah desa, dan pemerintah daerah,” tuturnya.
“Termasuk juga keterlibatan perguruan tinggi, organisasi profesi, serta seluruh pemangku kepentingan,” imbuh Sadimin.
Sadimin menegaskan, Bunda PAUD memiliki peran strategis sebagai penggerak, pengayom, dan pemersatu berbagai potensi daerah. Peran ini penting untuk memastikan setiap anak memperoleh layanan PAUD yang aman, menyenangkan, inklusif, dan berkualitas.
Kegiatan ini juga diisi dengan penyerahan pedoman kepada Bunda PAUD desa lokasi proyek percontohan. Serta dirangkaikan dengan pemberian beasiswa bagi lembaga PAUD.
Sadimin berharap, PAUD EMAS menjadi gerakan bersama untuk memperkuat PAUD berbasis masyarakat dan desa. Program ini juga diharapkan dapat membangun ekosistem pendidikan yang berpusat pada anak.
Langkah ini sekaligus mendukung pelaksanaan program wajib belajar satu tahun prasekolah di Jawa Tengah.
Ia juga mengajak seluruh Bunda PAUD dan Pokja PAUD kabupaten/kota untuk memperkuat kolaborasi. Hal ini agar tidak ada anak yang tertinggal dalam memperoleh layanan pendidikan usia dini akibat kendala ekonomi, sosial, geografis, maupun keterbatasan lainnya. (hms/rds)










