Selain itu, wilayah ini dinilai mempunyai masa depan kuat sebagai pusat industri manufaktur.
“Kami telah menghabiskan banyak waktu untuk mengambil keputusan datang ke Jawa Tengah. Ini merupakan investasi yang sangat penting bagi perusahaan kami,” ungkapnya.
Sementara itu, Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi mengatakan, investasi tersebut sejalan dengan arah pengembangan energi terbarukan di Jawa Tengah.
Ia berharap hasil produksi pabrik tidak hanya ditujukan untuk ekspor, tetapi juga memenuhi kebutuhan pasar domestik.
“Kalau bisa, energi terbarukan seperti solar panel pemanfaatannya tidak hanya berorientasi ekspor. Tetapi juga digunakan di dalam negeri, khususnya di Provinsi Jawa Tengah,” ujarnya.
Menurut Luthfi, pasar energi terbarukan dan kendaraan listrik di Jawa Tengah sangat potensial. Provinsi ini memiliki sekitar 38 juta penduduk yang tersebar di 35 kabupaten/kota.
Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Tengah juga terus mendorong pemanfaatan solar panel pada gedung pemerintahan. Pihaknya juga tengah menjajaki penggunaannya di kawasan waduk dan danau.
Ke depan, moda transportasi umum juga akan diarahkan untuk beralih menggunakan kendaraan listrik.
“Kalau bisa, kebutuhan itu tidak hanya ditarik keluar, tetapi industri-industri kita juga mendapatkan pasokannya dari sana. Sehingga dapat menggerakkan industri di dalam negeri,” pungkasnya. (hms/rds)










