JEPARA, Joglo Jateng – Pembangunan Sekolah Nasional Terintegrasi (SNT) di Kabupaten Jepara disiapkan dengan anggaran mencapai Rp250 miliar. Anggaran tersebut bersumber dari APBN melalui Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek).
Kepala Balai Besar Penjaminan Mutu Pendidikan (BBPMP) Provinsi Jawa Tengah, Nugraheni Triastuti mengatakan, pembangunan fisik sekolah direncanakan mulai September 2026. Saat ini, pembangunan SNT Jepara masih dalam proses lelang.
Sekolah tersebut akan dibangun di Kecamatan Pakis Aji, tepat bersebelahan dengan lokasi Sekolah Rakyat (SR).
“Jepara pembangunan September 2026. Jepara proses lelang,” tuturnya pada Joglo Jateng, Kamis (13/8/2026).
Nugraheni menyebut, Rp250 miliar itu tidak hanya digunakan untuk pembangunan gedung sekolah, melainkan juga pada kebutuhan fasilitas penunjang pembelajaran. Mulai dari ruang kelas bertaraf nasional, smart classroom, laboratorium, lapangan olahraga, hingga kolam renang.
“Anggaran itu sudah semua, termasuk fasilitas pembelajaran seperti laptop (smart classroom),” ujarnya.
SNT Jepara juga dirancang memiliki lahan praktik untuk bidang pertanian, perikanan, dan kehutanan. Fasilitas tersebut nantinya disesuaikan dengan potensi serta kearifan lokal di masing-masing daerah.
Misalnya di Jepara, potensi sumber daya perikanan menjadi salah satu yang dapat dikembangkan sebagai bagian dari pembelajaran praktik siswa SNT.
“Banyak sumber daya yang bisa dikelola. Kalau Jepara ini kan kaya ikan,” tambahnya.
Diketahui, SNT Jepara saat ini telah memiliki 80 siswa sebagai angkatan pertama. Mereka terdiri atas 40 siswa kelas VII jenjang SMP dan 40 siswa kelas X jenjang SMA.
Masing-masing jenjang terdiri atas dua rombongan belajar (rombel), dengan jumlah 20 siswa dalam setiap rombel.
Para siswa SNT merupakan siswa berprestasi dari wilayah Jepara dan sekitarnya. Mereka telah mengikuti sejumlah tahapan seleksi, mulai dari administrasi hingga tes bakat skolastik. (oka/gih/rds)










