SLEMAN, Joglo Jogja – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sleman terus mendorong pelestarian warisan budaya, salah satunya wayang kulit. Hal itu disampaikan Wakil Bupati Sleman Danang Maharsa saat membuka kegiatan pagelaran Wayang Kulit dalam rangka syukuran pembangunan gedung baru Kantor Kapanewon Moyudan, belum lama ini.
Danang memberikan apresiasi kepada Pemerintah Kapanewon Moyudan yang menggelar syukuran dengan kegiatan pelestarian warisan budaya. Menurutnya, selain menjadi hiburan dan tontonan masyarakat, Wayang Kulit merupakan warisan budaya takbenda yang telah diakui UNESCO dan harus dilestarikan.
“Wayang Kulit ini merupakan seni tradisional secara harfiah bermakna bayangan. Namun dapat diartikan sebagai cerminan kehidupan. Dimana dalam pertunjukannya banyak menceritakan sejarah atau bahkan berkisah kehidupan masyarakat,” terangnya, belum lama ini.
Ia menilai, pagelaran Wayang Kulit ini dapat memberikan banyak pembelajaran. Selain itu, dapat memberikan hikmah kepada masyarakat dari berbagai kisah yang diceritakan oleh dalang.
Pagelaran Wayang Kulit ini dihadiri oleh ratusan warga yang berada di wilayah Kapanewon Moyudan. Danang mengaku bangga melihat antusiasme masyarakat yang hadir dan menyaksikan pagelaran Wayang Kulit ini.
Sementara itu, Panewu Moyudan Harsowasono menuturkan, kegiatan pagelaran Wayang Kulit itu menjadi rangkaian dalam peringatan HUT RI ke-78 di tingkat Kapanewon Moyudan. Dengan harapan masyarakat terlebih anak-anak semakim mengenal warisan budaya.
“Kami juga akan menyelenggarakan kegiatan lain yang melibatkan masyarakat. Di antaranya senam massal dan Lomba Senam Sleman Bangkit, gelar UMKM, dan lomba jatilan,” pungkasnya. (bam/mg4)










