KUDUS, Joglo Jateng – Sapphire Boutique Hotel Kudus tengah berupaya keras dalam menggaet wisatawan yang berkunjung ke Kota Kretek. Penawaran dilakukan karena hotel yang beralamat di Jalan Lingkar Barat, Prambatan Lor tersebut menawarkan konsep Bali dan kekinian.
Galang Ridwan, selaku manajer mengatakan, hotel yang terletak di Jalan R. Agil Kusumadya ini sudah ada beberapa yang memesan diakhir tahun. Tapi jumlahnya belum maksimal.
“Tentu hotel kami mengusung dua sisi Bali bergaya khas modern dan industrial. Seperti miring-miring lurus kayak perumahan jaman sekarang. Dibalut dengan nuansa Bali,” tuturnya.
Sementara itu, untuk harganya berkisar Rp 270 sampai Rp 600 ribu perhari. Harga tersebut berlaku fluktuatif dengan menyesuaikan momen. Tempatnya hotel ini juga pernah dijadikan penginapan oleh para tim Liga 3 Jateng diantaranya Persip Pekalongan. Selain itu Habib Zidan, keluarga Habib Syech pernah menginap di hotel ini.
“Akhir tahun ini juga banyak kunjungan dari orang tua yang menengok anaknya di pondok sekitaran hotel. Terkadang sebulan sekali, kadang tak menentu. Banyak milih kesini karena dekat, dan viral di sosmed,” tandasnya.
Sedangkan fasilitas yang dimiliki seperti parkir yang luas didepan kamar, kolam renang, dan ada kafenya. Dengan hal itu, pihaknya berusaha gencar melakukan promosi melalui Instagram, tiktok, google bisnis, dan lain-lain.
“Outputnya kami lebih ke google bisnis, dan tiktok. Dari situ alhamdulillah komennya baik dan rating 4,5. Untuk ukuran kamar juga 16 meter persegi sampai 20 meter persegi,” ucapnya.
Lebih lanjut, tahun depan juga Cafe Wolu Watu yang tergabung menjadi satu dengan Saphire Boutique Hotel, akan berkolaborasi dengan Djarum. Pemilihan Djarum karena merupakan perusahaan terbesar se Kota Kretek.
“Kemudian Djarum juga sekmennya banyak. Menurut saya juga boomnya cafe kan anak muda. Selain kekinian kita juga ngikut ke anak muda. Diharapkan bekerjasama dengan mereka kami bisa membuat event,” pungkasnya. (adm/fat)










