Kudus  

PMI Kudus Targetkan Rp 1,35 Miliar dari Program Bulan Dana 2026

Ketua PMI Kabupaten Kudus, Revlisianto Subekti. (ADAMNAUFALDO/JOGLO JATENG)

KUDUS, Joglo Jateng – Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Kudus resmi meluncurkan Bulan Dana PMI 2026 dengan target penghimpunan dana sebesar Rp 1,35 miliar. Program kemanusiaan yang berlangsung mulai Jumat (29/5/2026) hingga Minggu (30/8/2026) tersebut diharapkan mampu memperkuat berbagai layanan sosial dan kemanusiaan bagi masyarakat Kudus.

Ketua PMI Kabupaten Kudus, Revlisianto Subekti mengatakan, target tahun ini sengaja disesuaikan berdasarkan capaian periode sebelumnya. Menurutnya, target Rp 1,35 miliar dinilai lebih realistis dibandingkan target tahun lalu yang mencapai Rp 1,4 miliar.

“Target tahun ini Rp 1,35 miliar. Kami melihat capaian sebelumnya sekitar 90 persen dari target yang ditetapkan. Dengan dukungan semua pihak, kami optimistis target ini bisa tercapai bahkan melampaui,” ujarnya.

Dia menjelaskan, dana yang terkumpul nantinya akan dikembalikan kepada masyarakat melalui berbagai program kemanusiaan PMI. Dana itu juga akan digunakan untuk mendukung kesiapsiagaan dan penanganan bencana, operasional Unit Donor Darah (UDD), serta pembinaan relawan PMI dari berbagai jenjang pendidikan hingga masyarakat umum.

“Dana Bulan Dana PMI ini seluruhnya kembali untuk masyarakat. Digunakan untuk kegiatan kebencanaan, pelayanan donor darah, hingga pembinaan relawan agar pelayanan PMI semakin maksimal,” katanya.

Menurutnya, keberadaan relawan menjadi salah satu kekuatan utama PMI dalam menjalankan misi kemanusiaan. Karena itu, pembinaan generasi muda melalui Palang Merah Remaja (PMR) di sekolah-sekolah akan terus diperkuat.

Selain itu, PMI Kudus juga melakukan evaluasi terhadap pelaksanaan Bulan Dana periode sebelumnya. Dari hasil evaluasi tersebut, sektor kecamatan masih menjadi perhatian karena capaian penghimpunan dana dinilai belum merata.

“Ada kecamatan yang mampu mencapai target hingga 100 persen, tetapi ada juga yang masih perlu ditingkatkan. Ini menjadi pekerjaan rumah kami agar ke depan capaian lebih merata,” jelasnya.

Sementara itu, Ketua Panitia Bulan Dana PMI Kudus 2026, Heru Dwi Purnomo menegaskan, keberhasilan program ini sangat bergantung pada kolaborasi seluruh elemen masyarakat. Sehingga, panitia akan menggandeng berbagai sektor. Mulai dari instansi pemerintah, perusahaan, pelaku usaha, organisasi perangkat daerah (OPD), perguruan tinggi, sekolah, hingga tokoh agama dan tokoh masyarakat.

“Bulan Dana PMI adalah gerakan kemanusiaan bersama. Kami berharap seluruh elemen masyarakat bisa ikut berpartisipasi sesuai kemampuan masing-masing,” ujarnya.

Ia menambahkan, penghimpunan dana dilakukan secara sukarela dan mengedepankan prinsip transparansi. Seluruh dana yang masuk akan dipertanggungjawabkan secara terbuka sehingga masyarakat dapat mengetahui pemanfaatannya.

“Kami ingin membangun kepercayaan masyarakat bahwa setiap rupiah yang disumbangkan akan kembali dalam bentuk pelayanan kemanusiaan bagi warga Kudus,” pungkasnya. (adm/fat/rds)