PEMALANG, Joglo Jateng – Secara serentak, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Pemalang melaksanakan vaksinasi atau imunisasi polio yang dilakukan di seluruh puskesmas dan posyandu di wilayah setempat. Mulai dari 15 Januari pada putaran pertama dan 19 Februari di putaran ke dua. Harapannya, masyarakat bisa mengetahui bahaya polio dan pentingnya vaksin untuk anak-anak.
Kepala Dinkes Pemalang Yulies Nuraya melalui Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat (Kesmas) Wiji Mulyati mengatakan, masyarakat tidak boleh lengah. Karena virus polio dapat hidup selama beberapa waktu di air dan tanah. Polio ditularkan melalui lingkungan yang tercemar tinja yang mengandung virus polio, serta perilaku buang air besar (BAB) sembarangan berperan dalam penyebaran polio.
“Virus ini punya karakter cukup unik dan bisa bertahan lama di lingkungan, apalagi tempat-tempat kumuh yang kotor. Jadi, yuk orang tua terutama ibu lakukan imunisasi vaksin polio langsung ke posyandu atau puskesmas dan semuanya gratis,” ucapnya.
Ia menjelaskan, beberapa hal yang menyebabkan penularan virus ini, karena pola hidup masyarakat yang kurang sehat. Mereka masih melakukan kegiatan buang air besar di sungai, dan sering melakukan aktivitas di sungai, sehingga memperbesar terjadinya kasus positif polio.
Selain itu, adanya kasus lumpuh layu akut atau Acute Flaccid Paralysis (AFP) tersebut, maka akan dilaksanakan Sub PIN dengan memberikan imunisasi novel Oral Polio Vaccine type 2 (nOPV2) kepada seluruh sasaran usia 0-7 tahun, tanpa memandang status imunisasi sebelumnya. Sasaran sub PIN Polio di kabupaten Pemalang adalah 157.261 anak yang berusia 0- 7 tahun.
Sub PIN dilaksanakan sejumlah 2 putaran yang dimulai pada 15 Januari 2024. Masing-masing putaran Sub PIN dilaksanakan dalam waktu 1 minggu ditambah 5 hari sweeping. Jarak minimal antar putaran adalah satu bulan. Target cakupan sekurang-kurangnya adalah 95% untuk masing-masing putaran. (fan/abd)










