KUDUS, Joglo Jateng – Gerakan satu siswa satu buku (Sasisabu) yang diinisiasi oleh Kepala Sekolah dan Guru SD 3 Jepang Kecamatan Mejobo, Kabupaten Kudus terus berlanjut. Program ini turut dilaksanakan SD 2 Burikan, Kecamatan Kota.
Kepala SD 2 Burikan, Noor Aini Wijayakusumaningsih mengungkapkan, Sasisabu merupakan gerakan sosial satu siswa disebuah sekolah menyumbangkan satu buah buku tulis untuk dikumpulkan. Kemudian disalurkan untuk siswa korban banjir di Kecamatan Karanganyar, Kabupaten Demak. Aksi sosial ini merupakan ungkapan simpati terhadap siswa-siswi di Karanganyar yang menjadi korban banjir.
“Selain itu juga sebagai sarana membentuk jiwa peduli sosial dan karakter gorong-royong siswa-siswi SD 2 Burikan,” terangnya kepada Joglo Jateng, belum lama ini.
Dari aksi tersebut, lanjut Aini, terkumpul sedikitnya buku tulis dan alat tulis lain yang dikemas dalam 20 paket. Selanjutnya disalurkan dan diberikan langsung kepada siswa-siswi SD 2 Karanganyar, Demak, yang beberapa waktu lalu terendam banjir selama satu pekan lebih.
“Kami berharap, aksi sosial dari siswa-siswi kami ini bisa sedikit meringankan beban korban banjir tersebut,” imbuhnya.
Sementara itu, Kepala SD 2 Karanganyar, Jumiatun mengucapkan banyak terima kasih atas bantuan yang telah diberikan kepada siswa-siswinya. Ia berharap, jalinan silaturahmi seperti ini bisa berlanjut terus dan kepedulian antarsesama siswa maupun sekolah tidak terhalangi oleh batas teritorial kabupaten.
“Karena bagaimana pun sekolah adalah tempat perjuangan mendidik generasi masa depan Indonesia, jadi kita harus saling bekerja sama,” ungkapnya. (cr1/adf)










