Jepara  

Jelang Idul Adha, Harga Sapi di Jepara Naik hingga Rp 2 Juta

RAMAI: Suasana Pasar Hewan Pon Bangsri sudah mulai ramai, Kecamatan Bangsri, Kabupaten Jepara, kemarin. (LIA BAROKATUS SOLIKAH/JOGLO JATENG)

JEPARA, Joglo Jateng – Perayaan lebaran Idul Adha masih satu bulan mendatang. Para blantik atau pedagang sapi mulai memadati Pasar Hewan Pon Bangsri, Kecamatan Bangsri, Jepara, kemarin. Mereka gencar menjajakan hewan kurban miliknya.

Berdasarkan pantauan Joglo Jateng di lapangan, hampir tidak ada ruang kosong di pipa besi tempat mengikat tali sapi. Beberapa blantik pun mendatangi pasar secara silih berganti.

Para blantik membeli sapi, kerbau, maupun kambing, dari penjual lain untuk persediaan ketika lebaran hari raya kurban. Sebab, saat ini, menurut blantik, harga hewan kurban masih terbilang stabil.

“Sudah mulai persiapan dari sekarang. Sebab, kalau beli hewannya mendekati lebaran jelas pasti mahal,” ungkap Ulin Nuha, blantik sekaligus Jagal asal Kudus.

Dirinya sengaja menyetok dan membeli hewan kurban sekarang, lantaran untuk menghindari harga yang melonjak mendekati lebaran Idul Adha. Menurutnya, harga bisa naik sampai Rp 1-2 juta per ekor bahkan lebih.

Umumnya, sapi jantan dijual dengan harga Rp 18-25 juta. Sedangkan sapi betina Rp 13-15 Juta. Tergantung juga pada ukuran hewan.

Dirinya pun mengaku, rela membeli hewan kurban di Jepara, lantaran harga penjualan terbilang murah dibanding dengan daerah lain. Populasi harga hewan kurban saat ini sudah mulai merangkak naik.

“Di sini bukan hanya blantik dari Jepara saja, tetapi dari luar. Ada yang dari Kudus, Tegal, Purwodadi, dan lainnya. Dunia penjulan hewan kurban memang mengalami peningkatan. Meskipun tidak terlalu signifikan,” paparnya di sela memilih Sapi yang ingin di beli.

Sementara itu, pengelola pasar sekaligus staff pasar dari Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Jepara, Fachrur Rozi menjelaskan, pasar sapi atau Pasar Pon mulai ramai ketika mendekati hari lebaran. Baik lebaran Idhulfitri maupun Idhul Adha.

Ia menjelaskan, padatnya blantik yang datang diprediksi akan bertambah seminggu menjelang perayaan lebaran nanti. Hal itu mengaca pada tahun lalu.

“Ini masih mending. Bisa dikatakan stabil pembeli maupun penjual. Nanti kalau sudah mendekati lebaran, mungkin bertambah ramai,” jelasnya.

Lebih lanjut, ia mengungkapkan, penjualan hewan korban tahun ini diperkirakan lebih ramai daripada tahun lalu. Pasalnya, di tahun lalu banyak menyebar penyakit PMK (Penyakit Mulut dan Kuku) maupun lato-lato.

“Tahun sebelumnya banyak penyakit lato-lato dan pembeli agak menurun. Kalau ini InsyaAllah aman. Pembeli bisa naik 20-30 persen,” tandasnya. (cr4/fat)