Kudus  

Rayakan HUT Kudus dengan Keberagaman dan Tradisi Lokal

RAMAI: Anak-anak sedang mempertontonkan aksinya didepan penjabat Kabupaten Kudus diajang karnaval budaya, akhir pekan lalu. (ADAM NAUFALDO/JOGLO JATENG)

KUDUS, Joglo Jateng – Kemeriahan Hari Jadi Kota Kudus yang ke-475 disambut dengan antusiasme tinggi masyarakat melalui Festival Karnaval Budaya di Alun-alun Simpang Tujuh Kudus. Acara tahunan ini menjadi magnet yang menarik perhatian warga. Agenda tersebut menampilkan keindahan tradisi lokal Kudus dengan beragam atraksi yang berwarna-warni.

Sekretaris Daerah Kabupaten Kudus, Revlisianto Subekti, yang mewakili Penjabat Kabupaten Kudus, Muhamad Hasan Chabibie menjelaskan, acara ini penting dalam menampilkan identitas dan budaya Kudus yang beragam. Terlebih festival yang diadakan setiap tahun ini bukan hanya sekadar hiburan. Tetapi menjadi wadah untuk memperkenalkan dan melestarikan kebudayaan Kudus yang kaya.

“Melalui festival ini, kami ingin mengekspresikan dan mengenalkan semua elemen budaya yang telah membentuk Kudus sebagai Kota 4 Negeri. Di sini terdapat akulturasi budaya dari peradaban Jawa, Eropa, Tionghoa, dan Arab yang melahirkan identitas unik Kudus,” ungkapnya.

Revlisianto menjelaskan, salah satu tujuan utama dari Festival Karnaval Budaya adalah untuk mempromosikan kebudayaan Kudus ke dunia luar. Ia berharap, melalui acara ini, masyarakat dapat mengeksplorasi dan melestarikan budaya khas Kudus.

“Setiap tarian, musik, dan karya seni yang ditampilkan adalah gambaran dari perjalanan panjang sejarah kita. Mari bersama-sama melestarikan budaya agar tetap hidup dan relevan di tengah perkembangan zaman,” tambahnya.

Festival kali ini diikuti oleh 27 kontingen yang berasal dari berbagai lembaga pendidikan dan kecamatan di Kudus. Berbagai cerita dan tradisi lokal yang diangkat dalam karnaval mencakup tema seperti Kopi Muria, Memetri Sendang Jodo, Tradisi Kupatan, Jenang Tebokan, dan Kuncaraning Madu Muria.

Sementara itu, salah satu penari dari Kecamatan Gebog, Rini, merasa bangga dapat berpartisipasi dalam festival ini. Ia menjelaskan, Kecamatan Gebog menampilkan cerita yang berlatarkan Sendang Widodari di Desa Menawan.

“Kami sangat senang bisa ikut mempromosikan wisata dan budaya lokal melalui penampilan kami. Ini adalah kesempatan yang baik untuk menunjukkan kekayaan budaya yang ada di daerah kami,” tuturnya.

Setelah serangkaian penampilan yang memukau, pemenang Festival Karnaval Budaya diumumkan di akhir acara. SMP 5 Kudus berhasil meraih juara pertama, diikuti oleh SMP 1 Dawe sebagai juara kedua, dan SMP 1 Kudus sebagai juara ketiga. Selain itu, ada juga kategori harapan, di mana Kecamatan Mejobo, Kecamatan Kota, dan SMP 1 Bae masing-masing meraih juara harapan 1, 2, dan 3. (hms/adm/fat)