KUDUS, Joglo Jateng – Pelajar SMP Muhammadiyah 1 Kudus berhasil menyabet juara dalam ajang Festival Tunas Bahasa Ibu (FTBI). Diantaranya juara 1 cabang lomba sesorah yang diraih Syifaa Naailah R siswi kelas 9. Kemudian juara 2 geguritan yang diraih Sarvenaz Almahyra siswi kelas 8.
Kepala SMP Muhammadiyah 1 Kudus, Ali Zamroni menyebutkan, tahun ini persiapan menghadapi FTBI dilakukan lebih matang agar penampilan para siswa lebih maksimal. Hal ini karena pihaknya menargetkan juara yang harus diraih.
“Belajar dari pengalaman sebelumnya jika ada even lomba persiapan kita selalu mepet. Maka tahun ini saya instruksikan agar persiapan dilakukan lebih dini. Kita coba menanamkan para siswa agar terbentuk mental dan target menang,” ujarnya.
Dirinya juga mengapresiasi usaha para siswanya. Apalagi ajang FTBI ini merupakan jenis perlombaan yang lumayan susah karena penggunaan bahasa jawa di kalangan muda yang jarang dibiasakan.
“Even ini merupakan bagian dari upaya pelestarian bahasa jawa. Harapan ke depan nanti anak-anak bisa semakin terbiasa dengan bahasa jawa. Dan rencananya saya juga ingin menerapkan berbahasa jawa satu hari penuh di sekolah,” imbuhnya.
Peraih juara 1 lomba sesorah, Syifaa Naailah R, mengaku saat ini sedang menyiapkan diri menuju FTBI tingkat provinsi pada 15 – 17 Oktober 2024 di Jepara mendatang. Dengan persiapan rutin dan latihan mental, ia menargetkan diri juara 1.
“Karena persiapannya hanya satu minggu akan berusaha saya maksimalkan. Apalagi di kelas 7 dulu sudah sempat ikut maka apa yang menjadi evaluasi sudah saya perbaiki,” ungkapnya.
Sementara itu, peraih juara 2 lomba geguritan, Sarvenaz Almahyra, mengaku pertama kali membawakan geguritan atau puisi dalam bahasa jawa. Sehingga dari hal itu ia akan berusaha mengikuti FTBI di tahun mendatang dengan belajar artikulasi dan menjiwai geguritan bahasa jawa.
“Sempat merasa susah memahami makna dalam geguritan. Jadi saya rasa perlu belajar lagi,” ujarnya. (cr1/fat)










