SMAN 3 Semarang Kemas Konsep Pemilos secara Menyenangkan

DEMOKRASI: Siswa saat menyoblos surat suara di bilik suara dalam acara Pemilihan Ketua OSIS (Pemilos) 2024 di Halaman SMAN 3 Semarang, Kamis (24/10/24). (FADILA INTAN QUDSTIA/JOGLO JATENG)

SEMARANG, Joglo Jateng – SMAN 3 Semarang mengemas konsep Pemilihan Ketua OSIS (Pemilos) 2024 dengan berbagai macam permainan yang dapat mereka coba usai mencoblos di bilik suara. Hal itu bertujuan agar pesta demokrasi di lingkup sekolah dapat memberikan kesan yang menarik dan menyenangkan, sehingga menciptakan pesta demokrasi yang membahagiakan.

Ketua Panitia Pemilos 2024, Tiara Dwi mengukapkan, konsep pesta demokrasi ini memang dibuat berbeda dari sekolah yang lain. Jika biasanya di sekolah masih menyebutnya Ketua OSIS, maka di SMAN 3 Semarang mengganti jabatan itu sebagai Mitra Tama.

Adapun sistematika dalam pelaksanaan Pemilos 2024 ini, lanjutnya, dimulai dari membagikan surat pemberitahuan ke semua siswa. Setelah memasuki jadwal pemilihan, nantinya surat pemberitahuan itu akan ditukar dengan surat suara.

“Setelah mencoblos di bilik suara mereka akan mendapatkan cap tinta dan ada inovasi baru yaitu pohon demokrasi. Setelah melewati itu, kami menyediakan empat games yang nantinya akan dimainkan oleh para siswa maupun guru,” ucapnya saat ditemui Joglo Jateng, Kamis (24/10/24).

Selain itu, pihaknya juga menfasilitasi kotak suara yang diisi oleh para siswa usai mencoblos. Mereka dapat menuliskan aspirasi apa saja yang mereka harapkan kepada Mitra Tama yang  terpilih pada tahun ini.

“Isi surat itu nanti akan diberitahukan kepada Mitra Tama setelah melakukan pemungutan suara,” jelasnya.

Lebih lanjut, ia menerangkan, ada sekitar 1.300 sampai 1.400 pemilih dalam Pemilos 2024 ini. Total pemilih itu, terdiri dari  siswa, guru hingga karyawan SMAN 3 Semarang. Ada 3 kandidat Mitra Tama yang mencalonkan diri sebagai Ketua OSIS, dan mereka sudah melalui 8 tahapan.

Sementara itu, Kepada Sekolah SMAN 3 Semarang, Yuwono menyampaikan kegiatan Pemilos merupakan salah satu bagian dari  Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila  (P5). Pihaknya memberikan kesempatan untuk siswa untuk berinovasi dalam menyusun penyelenggaraan pemilihan versi anak muda.

“Saya menilai mereka ingin puncak pesta demokrasi ini membahagiakan sehingga jangan sampai demokrasi ini menekan, dan kemerdekaan itu ada. Ini menjadi daya tarik anak (semakin) tinggi,” paparnya.

Terpisah, Komisioner Divisi Perencanaan, data dan informasi KPU Kota Semarang, M. Arif Agung Nugroho mendukung adanya Pemilos yang diadakan oleh siswa dari Majelis Perwakilan Kelas (MPK). Menurutnya, kegiatan ini positif dalam rangka pendidikan demokrasi untuk generasi muda. Terlebih lagi, hal ini juga sebagai edukasi mereka saat menjadi pemilih pemula dalam Pilkada 2024.

“Pemilih pemula itu penting karena mereka itu masih bersih dari kepentingan yang ada. Maka dari itu KPU itu mendidik mereka supaya menjadi pemilih yang rasional dan cerdas, karena melihat visi misi dan rekam jejak para politisi juga,” ucapnya. (int/gih)