KUDUS, Joglo Jateng – Kasus hipertensi di kalangan usia muda semakin meningkat dan menjadi perhatian serius dalam dunia kesehatan. Hipertensi atau tekanan darah tinggi tidak lagi hanya dialami oleh orang lanjut usia. Tetapi juga banyak ditemukan pada mereka yang masih berusia produktif.
Kepala UPTD Puskesmas Kecamatan Jati, Darini menyebutkan, kondisi tersebut berpotensi meningkatkan risiko gangguan kesehatan di masa depan. Hal itu bisa terjadi jika tidak ditangani dengan baik.
“Hipertensi pada usia muda dapat berkembang menjadi masalah yang lebih serius seiring bertambahnya umur. Tekanan darah yang tidak terkontrol cenderung semakin meningkat, sehingga memungkinkan terkena berbagai penyakit kronis,” ungkapnya.
Penyebab hipertensi sendiri sangat beragam. Mulai dari faktor gaya hidup, riwayat keluarga, hingga kondisi kesehatan tertentu. Faktor risiko lain yang turut berkontribusi yaitu kebiasaan merokok, kelebihan berat badan, kurangnya aktivitas fisik, stres, serta konsumsi alkohol.
“Kebiasaan tersebut dapat mempercepat munculnya tekanan darah tinggi, bahkan pada usia yang relatif muda. Jika tidak ditangani dengan baik, hipertensi dapat menimbulkan berbagai komplikasi berbahaya,” ujarnya.
Beberapa risiko yang dapat terjadi dari tekanan darah tinggi yang tidak terkontrol antara lain stroke akibat pecahnya pembuluh darah. Kemudian penyakit jantung koroner, gagal jantung, gangguan irama jantung, serta penyakit arteri perifer.
“Oleh karena itu, upaya pencegahan harus dilakukan sedini mungkin untuk mengurangi dampak jangka panjang dari penyakit ini. Seperti dengan perubahan gaya hidup yang lebih sehat,” imbuhnya.










