Perayaan Malam Wungon Diperketat

Kepala Bidang Kesatuan Bangsa Kesbangpol Pemalang, Romdhoni
Kepala Bidang Kesatuan Bangsa Kesbangpol Pemalang, Romdhoni. (ISTIMEWA/ JOGLO JATENG)

PEMALANG – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pemalang meminta camat, dan kepala desa (kades) di daerah tersebut untuk menyelenggarakan Malam Wungon guna memperingati Hari Jadi Pemalang ke-446 yang jatuh pada 24 Januari dengan pembatasan yang ketat. Hal ini dilakukan guna mencegah penyebaran Covid-19.

“Kegiatan malam wungon tetap harus dibatasi untuk menghindari penyebaran covid-19. Silakan kalau camat dan Kades mau melibatkan warganya, asal tidak lebih dari 50 orang dan tidak diperbolehkan melaksanakan kegiatan pendukung lainnya karena saat ini masih dalam situasi pandemi,” ujar Kepala Bidang Kesatuan Bangsa Kesbangpol Pemalang, Romdhoni, belum lama ini.

Romdhoni melanjutkan, dalam pelaksanaan malam wungon, protokol kesehatan tetap harus diutamakan. Menurutnya, masyarakat juga tentunya harus sudah paham dengan permalasahan pandemi yang sedang dihadapi bersama ini.

Untuk menyemarakkan hari jadi Pemalang yang ke-446, Masyarakat juga dihimbau untuk memasang bendera merah putih di depan rumah. Mengingat peringatan hari jadi ini akan dilakukan lebih sederhana dibanding dengan tahun-tahun sebelumnya.

“Terhitung mulai tanggal 10 Januari, masyarakat diminta kerjasamanya untuk memasang bendera merah putih untuk ikut berpartisipasi merayakan harlah Pemalang, pemasangan bendera itu sampai tanggal 31 Januari,” imbuhnya.

Selain itu, dalam rangkaian acara Hari Jadi Pemalang ini, nantinya akan diresmikan juga proyek-proyek strategis yang telah dikerjakan pada tahun 2020. Antara lain gedung DPRD Kabupaten Pemalang, Stadion Mochtar, Hotel Moga, kios cinderamata, Pasar Randudongkal, serta berbagai macam proyek lainnya.(cr1/akh)