MTsN 2 Kudus Gelar Haflah Tahfidz Perdana, Cetak Generasi Qur’ani

HARU: Siswi MTsN 2 Kudus menerima piagam penghargaan Tahfidz terbaik dengan rasa haru, baru-baru ini. (DOK. PRIBADI/JOGLO JATENG)

KUDUS, Joglo Jateng – MTsN 2 Kudus menyelenggarakan haflah tahfidz perdana, sebagai apresiasi terhadap capaian siswa dalam program kelas unggulan tahfidz. Acara ini menjadi momen istimewa. Sekaligus langkah awal dalam membangun tradisi tahunan.

Kepala MTsN 2 Kudus, Masrum menyampaikan, kegiatan ini berfokus pada penguatan nilai-nilai keislaman dan pembinaan generasi Qur’ani di lingkungan madrasah. Adapun program ini yang menjadi andalan MTsN 2 Kudus. Dimana selama ini dirancang untuk mencetak peserta didik kuat dalam penguasaan Al-Qur’an.

“Puncak haflah tahfidz tahun ini menjadi lebih istimewa. Karena bertepatan dengan hari lahir madrasah, yang dimaknai sebagai refleksi perjalanan dan capaian selama ini. Sebelum acara puncak, kami menyelenggarakan lomba tingkat SD/MI. Sebagai bagian dari program bina lingkungan,” ungkapnya, baru-baru ini.

Lomba tersebut meliputi cabang olahraga, paduan suara, hingga kompetisi sains. Selain ajang silaturahmi dan pencarian bibit unggul, kegiatan ini juga menjadi sarana efektif. Dalam menyosialisasikan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) kepada masyarakat sekitar. Untuk puncak acara diselenggarakan secara meriah dan khidmat.

“Kegiatan diawali dengan khotmil Qur’an. Bentuk rasa syukur dan penguatan spiritualitas seluruh keluarga besar madrasah. Setelah itu, dilangsungkan prosesi wisuda tahfidz bagi siswa-siswi kelas 9B. Yang merupakan peserta perdana dari kelas unggulan program tahfidz. Acara ini bentuk komitmen madrasah,” jelasnya.

Melalui program ini juga bentuk sekolah dalam mendidik siswa. Agar memiliki karakter Islami yang kuat. Serta mampu menjaga dan mengamalkan nilai-nilai Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari. Sekolah berharap, kegiatan ini dapat menjadi inspirasi. Dan motivasi bagi kelas-kelas lain untuk mengikuti jejak prestasi tersebut.

“Kami menegaskan eksistensi sebagai lembaga pendidikan, yang menjadikan aspek spiritual sebagai fondasi utama dalam membentuk pribadi siswa. Ke depan, kami bertekad memperluas jangkauan program tahfidz. Serta menjadikannya sebagai ciri khas dalam pengembangan karakter peserta didik,” tutupnya. (cr9/fat)