Mengenal Proyek Jemparing, Senjata Baru Purworejo untuk Menggerakkan Roda Ekonomi Kreati

PUKUL: Bupati Purworejo Hj Yuli Hastuti memukul gong sebagai tanda peluncuran Proyek Perubahan Jemparing yang digagas oleh Staf Ahli Bupati Bidang Ekonimi Keuangan dan Pembangunan, Nurfiana, Minggu (6/7/25). (MARNIE/JOGLO JATENG)

PURWOREJO, Joglo Jateng – Dalam pembukaan Festival Layang-layang Tingkat Nasional 2025 dan Expo Euphoria Rakyat di Pantai Ketawang, Desa Ketawangrejo, Kecamatan Grabag, Kabupaten Purworejo, juga dilakukan launching Proyek Perubahan Jejaring Ekonomi Kreatif dan Pariwisata Berdaya Saing (Jemparing), Minggu (6/7/25).

Proyek perubahan Jemparing ini merupakan strategi kolaboratif dan inovatif. Tujuannya, untuk mendorong kemajuan sektor ekonomi kreatif sebagai penggerak pariwisata di Kabupaten Purworejo. Sejalan dengan arah pembangunan daerah yang berpijak pada kemandirian, keberlanjutan dan pemberdayaan masyarakat.

“Saya mengajak seluruh masyarakat untuk menjadikan event ini bukan hanya sebagai ajang hiburan dan promosi. Tetapi juga momentum mempererat persaudaraan, membangun kebanggaan daerah, serta mendorong tumbuhnya industri kreatif dan pariwisata berbasis kearifan lokal,” kata Bupati Purworejo Hj Yuli Hastuti, Minggu (6/7/25).

Proyek perubahan Jemparing diprakarsai oleh Staf Ahli Bupati Bidang Ekonomi, Keuangan dan Pembangunan, Nurfiana, yang tengah mengikuti Diklatpim II. Nurfi merancang proyek perubahan ini karena melihat Purworejo memiliki kekayaan budaya, serni, kuliner dan keindahan alam yang melimpah.

“Proyek ini dirancang untuk membangun sebuah jejaring kolaboratif antara pelaku ekonomi kreatif, pelaku pariwisata, pemerintah daerah, akademisi, dunia usaha, komunitas dan media. Langkah utama yang diambil meliputi pemetaan potensi ekonomi kreatif berbasis wilayah, penguatan kapasitas melalui pelatihan inovasi produk, digitalisasi pemasaran, branding destinasi kreatil, serta pernbentukan Jemparing sebagai wadah komunikasi dan sinergi antar stakeholder,” jelas Nurfi.

Ia mengatakan, program promosi terintegrasi juga akan dikembangkan dengan mengangkat cerita lokal, budaya dan produk kreatif untuk menarik wisatawan domestik dan mancanegara. Target konkret proyek ini meliputi keterlibatan aktif pelaku usaha ekonomi kreatif dalam ekosistem pariwisata, terselenggaranya event promosi berbasis kolaborasi ekonomi kreatif dan pariwisata.

Ke depan, event kolaboratif bisa dilakukan antara pariwisata dengan komunitas-komunitas, ekonomi kreatif, Pemda, media, akademisi, masyarakat dan dunia usaha. “Ke depan, disetting menjadi event kolaboratif. Gabungan pelaku wisata, seni, umkm dan lainnya agar wisata dan ekonomi kreatif berkembang,” tutupnya. (mrn/sam)