SEMARANG, Joglo Jateng – Tim KKN UIN Walisongo Posko 44 menghadirkan inovasi baru dalam mendukung pariwisata berkelanjutan Desa Sepakung.
Melihat banyaknya limbah kulit kopi yang jarang dimanfaatkan, mahasiswa menginisiasi ide kreatif mengolahnya menjadi briket ramah lingkungan.
Kegiatan sosialisasi digelar pada Selasa, 19 Agustus 2025, di kediaman Ibu Kepala Dusun Srandil.
Acara ini mendapat sambutan positif dari warga sekitar, terbukti dengan hadirnya lebih dari 20 orang yang antusias mengikuti jalannya kegiatan.
Dalam kesempatan tersebut, tim KKN menjelaskan secara rinci tentang apa itu briket, manfaatnya, serta bagaimana peran briket dalam mendukung energi terbarukan dan pariwisata berkelanjutan.
Materi disampaikan langsung oleh mahasiswa KKN yang berperan sebagai pembicara.
Tak hanya sebatas pemaparan, kegiatan juga diisi dengan praktik langsung pembuatan briket dari kulit kopi.
Warga diajak mencoba proses mulai dari pencampuran dengan tepung tapioka sebagai perekat, hingga pencetakan dan penjemuran briket.
Suasana semakin menarik ketika sejumlah warga menyampaikan rasa penasaran mereka untuk memanfaatkan briket kopi ini lebih lanjut.
Bahkan ada yang tertarik mencoba menjadikannya produk jual, karena melihat potensi nilai ekonomi yang dapat berkembang di masa depan.
Inovasi briket kulit kopi ini diharapkan tidak hanya mengurangi limbah pertanian, tetapi juga membuka peluang usaha baru bagi masyarakat Desa Sepakung.
Dengan begitu, Desa Sepakung dapat memperkuat citranya sebagai desa wisata yang tidak hanya menawarkan keindahan alam, tetapi juga kemandirian dalam memanfaatkan potensi lokal.
Melalui kegiatan ini, Tim KKN UIN Walisongo menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan program-program yang bermanfaat.
Briket kulit kopi diharapkan menjadi salah satu terobosan yang mampu mendukung pembangunan desa berkelanjutan sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat. (*/dzk).










