KAB.SEMARANG, Joglo Jateng – Indonesia sebagai negara yang terletak di ring of fire memiliki kerentanan tinggi terhadap berbagai bencana alam.
Dalam konteks ini, upaya penguatan kapasitas masyarakat di tingkat desa menjadi sangat krusial untuk mengurangi risiko bencana.
Menyadari hal ini, Tim Pengabdian kepada Masyarakat Program Studi Pendidikan Geografi, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Semarang (Unnes) menyelenggarakan kegiatan edukasi mitigasi dan adaptasi bencana di Desa Keji, Kabupaten Semarang pada 6 Oktober 2025.
Desa Keji merupakan salah satu desa binaan UNNES berdasarkan Surat Keputusan Rektor Nomor B/819/UN37/HK.02/2025 tentang Penetapan Desa Binaan Universitas Negeri Semarang.
Kegiatan yang mengusung tema “Pemberdayaan Masyarakat dalam Mewujudkan Desa Tangguh Bencana melalui Edukasi Mitigasi dan Adaptasi” ini diikuti oleh puluhan peserta yang terdiri dari pemuda Karang Taruna dan tokoh masyarakat setempat.
Kegiatan dimulai dengan pemaparan materi oleh tim dosen Pendidikan Geografi Unnes yang dipimpin oleh Dr. Suryanto, M.Si. Materi disampaikan secara interaktif mencakup beberapa aspek penting dalam pengelolaan bencana.
Peserta diajak untuk memahami konsep mitigasi bencana sebagai serangkaian upaya untuk mengurangi dampak bencana, baik struktural maupun non-struktural.
“Mitigasi bencana bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tetapi memerlukan partisipasi aktif seluruh komponen masyarakat. Desa yang tangguh bencana adalah desa yang mampu mengidentifikasi potensi bahaya, merencanakan tindakan pencegahan, dan melakukan adaptasi terhadap perubahan lingkungan,” jelas Sriyanto dalam paparannya.
Kepala Desa Keji, Bapak Siswanto, dalam sambutannya menyambut baik kegiatan pengabdian masyarakat ini. Ia menekankan pentingnya pengetahuan mitigasi bencana bagi warga desa mengingat lokasi Desa Keji yang berada di daerah rawan longsor.
“Kami sangat mengapresiasi inisiatif Prodi Pendidikan Geografi UNNES dalam membekali masyarakat kami dengan pengetahuan dan keterampilan mitigasi bencana. Dengan bekal ini, diharapkan Desa Keji dapat menjadi contoh desa tangguh bencana di Kabupaten Semarang,” ujar Kepala Desa Keji.
Ia juga menambahkan bahwa pemerintah desa akan mendukung implementasi rencana evakuasi yang telah disusun bersama tim Unnes, termasuk penyediaan sarana dan prasarana pendukung kesiapsiagaan bencana.










