Peringati Hari Anak Nasional 2026, Siswa MTsN 1 Banjarnegara Unjuk Kreativitas dan Kemandirian

KREATIF: Siswa-siswi MTsN 1 Banjarnegara (Madtsansa) unjuk kreativitas hingga kemandirian dalam peringatan Hari Anak Nasional, Kamis (23/7/2026). (DOK. PRIBADI/JOGLO JATENG)

BANJARNEGARA, Joglo Jateng – Pemandangan tak biasa terlihat di halaman MTsN 1 Banjarnegara pada Kamis (23/7/2026). Ratusan siswa tampak gagah dan anggun mengenakan beragam pakaian profesi impian, mulai dari seragam TNI, Polri, jubah dokter, perawat, pengacara, hingga pakaian dosen.

Suasana penuh warna tersebut menjadi penanda dimulainya rangkaian peringatan Hari Anak Nasional (HAN) Tahun 2026. Peringatan yang biasanya hanya diisi dengan apel formal, kali ini disulap menjadi ajang pembuktian kreativitas, kepedulian lingkungan, hingga latihan kemandirian bagi para siswa.

Kepala MTsN 1 Banjarnegara, Drs. H. Yatiman, M.Pd.I. menyampaikan, momentum Hari Anak Nasional tahun ini dirancang khusus untuk memberikan ruang apresiasi dan kasih sayang yang mendalam bagi seluruh peserta didik.

“Kami ingin betul-betul memberikan rasa kehangatan, kecintaan, sekaligus kebanggaan pada anak-anak di MTsN 1 Banjarnegara. Pakaian profesi yang mereka kenakan hari ini adalah gambaran dan pengejawantahan cita-cita masa depan mereka,” kata Yatiman kepada Joglo Jateng.

Setelah pelaksanaan apel pembuka, kegiatan dilanjutkan dengan sesi parenting yang menghadirkan narasumber tepercaya, Gones Saptowati, S.Psi., M.A. Ia merupakan psikolog dari RSUD Hj. Anna Lasmanah Banjarnegara yang juga menjabat sebagai Ketua Ikatan Psikolog Klinis (IPK) Indonesia wilayah Jawa Tengah.

Melalui sesi ini, pihak madrasah berkolaborasi dengan tenaga profesional demi mendukung tumbuh kembang psikologis anak secara optimal.

Tak berhenti di situ, panggung hiburan juga dimeriahkan oleh penampilan grup band dari para alumni Madtsansa yang saat ini telah menempuh pendidikan di jenjang SMA/SMK. Kehadiran alumni menjadi bentuk ikatan emosional dan rasa cinta yang masih terpatri kuat terhadap almamater.

Salah satu agenda yang menyedot perhatian adalah Lomba Kerajinan Daur Ulang Barang Bekas. Para siswa mengolah sampah yang tidak bernilai menjadi aneka karya seni dan barang berdaya guna.

Yatiman menegaskan, kegiatan daur ulang ini memiliki tujuan strategis bagi kebiasaan siswa maupun komitmen lembaga terhadap lingkungan.

“Lomba kerajinan daur ulang ini kami dorong dalam rangka mengantarkan MTsN 1 Banjarnegara menuju Adiwiyata Tingkat Nasional,” jelasnya.

Ia berharap, inovasi ini memberi manfaat tidak hanya untuk anak-anak, tetapi juga membantu pemerintah daerah dan masyarakat dalam mengatasi masalah sampah.

Sisi menarik lain dari peringatan HAN 2026 di Madtsansa adalah peran penuh siswa dalam mengeksekusi acara. Pihak madrasah tidak menyajikan acara yang serba ‘terima jadi‘, melainkan memberikan kepercayaan penuh kepada pengurus Organisasi Siswa Intra Madrasah (OSIM) untuk mengelola kegiatan secara mandiri.

Humas MTsN 1 Banjarnegara, Linara, mengungkapkan rasa bangganya terhadap keaktifan dan keberanian anak-anak didiknya.

“Kegiatan ini murni diselenggarakan oleh anak-anak. Walau usia mereka masih di bawah 15 tahun, mereka sudah berlatih mengadakan kegiatan secara mandiri, bahkan mencari sponsor sendiri,” ungkap Linara. (cr1/ree/rds)