SD Negeri 1 Prigi Banjarnegara Terapkan MPLS Ramah Anak dan Bebas Perundungan

PENDIDIKAN: Kepala SD Negeri 1 Prigi, Eka Budi Saputro, menyiapkan pendekatan ramah anak dan peduli lingkungan saat tahun ajaran baru di ruangannya, Kamis (2/7/2026). (FAJAR ARI WIBOWO/JOGLO JATENG)

BANJARNEGARA, Joglo Jateng – SD Negeri 1 Prigi, Kecamatan Sigaluh, Banjarnegara siap menyambut tahun ajaran baru dengan mengedepankan komitmen mendidik menggunakan hati dan kasih sayang. Sebagai sekolah dengan jumlah siswa terbanyak kedua di Kecamatan Sigaluh, sekolah ini berfokus menciptakan lingkungan belajar yang nyaman, bebas perundungan (bullying), serta menanamkan karakter peduli lingkungan kepada para siswa sejak dini.

Kepala SD Negeri 1 Prigi, Eka Budi Saputro, menjelaskan sekolah yang dipimpinnya merupakan satuan pendidikan yang cukup besar di wilayah Kecamatan Sigaluh dengan total 152 siswa. Pada tahun ajaran lalu, sekolah ini telah meluluskan 32 siswa kelas 6, dan saat ini sedang bersiap menerima kedatangan siswa baru.

“SD Negeri 1 Prigi itu SD yang lumayan besar dengan jumlah siswa terbanyak kedua di Kecamatan Sigaluh. Jumlahnya 152. Untuk tahun lalu kita meluluskan 32 siswa kelas 6, untuk yang masuk saat ini karena masih gelombang dua masih dibuka, sementara baru 25 yang masuk. Jadi termasuk ada pengurangan lah, berkurang karena kuota kami tidak masuk ke kuota pengecualian. Jadi kuota reguler 28,” ujar Eka, Kamis (2/7/2026).

Memasuki tahun ajaran baru, SD Negeri 1 Prigi berkomitmen penuh untuk menerapkan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) yang ramah sesuai dengan instruksi pemerintah. Langkah ini dilakukan melalui sosialisasi intensif kepada para guru agar kegiatan orientasi berjalan dengan penuh kasih sayang.

“Kegiatannya harus benar-benar sesuai dengan slogan yang digembar-gemborkan oleh pemerintah yaitu MPLS yang ramah. Yang ramah berarti kan harus dengan hati, dengan tulus seperti itu,” tegasnya.

Eka menambahkan, pendekatan humanis ini tidak hanya menjadi pajangan selama masa orientasi saja, melainkan akan menjadi fondasi utama dalam proses belajar-mengajar sehari-hari di SD Negeri 1 Prigi.

“Tentunya itu tidak berhenti ketika MPLS selesai kemudian kembali ke habitat awal. Tapi kita akan berkomitmen untuk meneruskan benar-benar kita mengajar dari hati, paling tidak untuk membuat anak nyaman,” lanjut Eka.

Selain fokus pada aspek akademik dan emosional, SD Negeri 1 Prigi juga menerapkan program peduli lingkungan yang unik. Karena sekolah belum memiliki petugas kebersihan khusus, pihak sekolah berinisiatif membagi area kebersihan menjadi sistem kaveling atau zona tanggung jawab per kelas yang dilakukan setiap pagi sebelum jam pelajaran dimulai, pukul 06.30 hingga 07.00 WIB.

“Kami belum punya penjaga sekolah. Itu salah satu kelemahan kami tentang kebersihan. Kami tidak melulu menggantungkan ke penjaga sekolah. Jadi setiap pagi anak-anak sebelum masuk itu bersih-bersih dulu,” jelasnya.

Sistem pembagian zona pembersihan lingkungan sekolah ini dinilai efektif agar beban kerja anak-anak tidak terlalu berat dan tetap terkoordinasi dengan baik.

“Jadi kami petak-petakan. Kalau misalnya kelas 6 kasih kapling, begitulah kapling anak-anak bersihkan segitu untuk kelas 6, yang kelas 5 segini. Jadi tidak terlalu berat dan tidak terlalu, apa ya namanya, tidak terkoordinir,” sambungnya.

Sementara, untuk mendukung capaian belajar yang maksimal, SD Negeri 1 Prigi rutin melakukan supervisi terhadap metode mengajar para guru. Ini dilakukan guna memastikan proses pembelajaran disesuaikan dengan kebutuhan dan karakteristik siswa. Target utamanya adalah menciptakan rasa nyaman, diikuti dengan suasana belajar yang menyenangkan.

“Fokus utama kami yang pertama nyaman dulu, yang kedua baru yang menyenangkan. Dengan kita percaya teman-teman guru, apalagi di sini semuanya putri, saya cowok sendiri. Lebih gemati ke anak-anak. Saya yakin seperti itu,” ungkapnya.

Selain itu, pihak sekolah juga sangat memperhatikan isu perundungan (bullying). Sosialisasi anti-perundungan dilakukan secara berkelanjutan agar batasan antara bercanda dan perundungan dapat dipahami oleh siswa. Untuk menyelaraskan visi ini, SD Negeri 1 Prigi juga mewajibkan program parenting bersama orang tua minimal dua kali dalam setahun. (cr1/ree/rds)