SEMARANG, Joglo Jateng – Sejak didirikan pada tahun 2019, Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Lopait Karya Mandiri Sejahtera telah bertransformasi menjadi motor penggerak ekonomi bagi warga Desa Lopait, Kecamatan Tuntang, Kabupaten Semarang.
Lembaga ini tidak sekadar berorientasi pada profit, melainkan hadir memberikan solusi nyata atas kebutuhan dasar masyarakat. Berawal dari layanan pembayaran elektronik, BUMDes Lopait kini sukses mengelola jaringan internet desa, pengangkutan sampah, hingga memberdayakan ratusan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).
Kepala Desa Lopait, Budiyono, memberikan kepercayaan penuh terhadap peran lembaga tersebut sebagai penggerak kesejahteraan desa. Pihaknya menyadari bahwa pembangunan ekonomi harus dikelola secara profesional melalui usaha yang fokus pada pemberdayaan.
“Semua kegiatan yang bertujuan untuk kemajuan masyarakat kami dorong melalui BUMDes. Desa siap mendukung penuh, tetapi yang menjalankan dan mengembangkan tetap BUMDes,” ujarnya.
Inovasi Internet Desa dan Pengelolaan Sampah
Kepercayaan masyarakat terhadap BUMDes tidak datang secara instan. Langkah awal mereka dimulai dengan membuka unit usaha e-payment yang melayani pembayaran pajak warga.
Inovasi terus berkembang saat pandemi COVID-19 melanda. Pemerintah desa merespons keterbatasan ruang gerak warga dengan menggagas layanan internet bertarif terjangkau.

“Awalnya hanya untuk membantu masyarakat agar tetap bisa beraktivitas, terutama anak-anak sekolah. Tapi ternyata berkembang pesat, sekarang sudah ratusan pengguna,” jelas Budiyono.
Persoalan kebersihan lingkungan juga berhasil diatasi. Melalui iuran yang terjangkau, layanan pengangkutan sampah mulai dijalankan untuk menjaga kebersihan desa.
“BUMDes Lopait tidak hanya berorientasi pada keuntungan, tetapi juga hadir sebagai solusi atas kebutuhan riil masyarakat sekitar,” bebernya.










