Potensi Besar UMKM Jamu Tradisional
Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt) Direktur BUMDes Lopait Karya Mandiri Sejahtera, Yamsiha, mengungkapkan butuh waktu dan konsistensi agar manfaat usaha desa ini benar-benar diakui.
“Kurang lebih dua tahun baru terasa dampaknya. Awalnya masyarakat belum begitu paham, tapi setelah melihat manfaatnya, kepercayaan itu tumbuh dengan sendirinya,” kata Yamsiha.
Saat ini, BUMDes turut menggandeng BRI Pusat dalam layanan digital guna memperkuat sistem transaksi modern. Salah satu fokus utamanya adalah pengembangan UMKM jamu tradisional, yang telah lama menjadi identitas masyarakat setempat.
“Banyak warga kami yang berprofesi sebagai penjual jamu. Ada yang keliling, ada yang produksi rumahan. Ini potensi besar yang harus terus didorong. Dan BRI sangat membantu atas hal ini,” ungkapnya.
BUMDes hadir memberikan pendampingan sertifikasi halal, pelatihan, hingga pemasaran. Digitalisasi mulai diperkenalkan agar produk lokal bisa menjangkau pasar yang lebih luas.
“Berbagai jenis jamu diproduksi warga, seperti beras kencur, kunyit asam, hingga jamu pahitan dari daun pepaya. Produk-produk ini memiliki daya tarik tersendiri karena dibuat secara alami dan segar setiap hari,” tandasnya.
Ke depan, desa mulai merancang wisata berbasis sumber mata air yang melimpah untuk membuka peluang usaha baru. Sinergi dan transparansi keuangan diyakini menjadi kunci keberlanjutan BUMDes Lopait.
“Harapan saya, BUMDes ini tetap maju meski nanti saya sudah tidak menjabat. Yang penting sistemnya sudah kuat dan masyarakat merasakan manfaatnya,” pungkas Budiyono. (adm/rds)










