KENDAL, Joglo Jateng – Upaya pencegahan peredaran narkoba di Kabupaten Kendal kembali diperkuat melalui Forum Komunikasi Pencegahan, Pemberantasan, Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN) Tahap II. Kegiatan ini digelar di Gedung Abdi Praja Pemkab Kendal, Kamis (4/9/2025), dengan melibatkan unsur pemerintah, lembaga swasta, organisasi masyarakat hingga komunitas.
Kepala BNN Kendal Anna Setiyawati menyampaikan, forum ini menjadi wadah berbagi pengalaman serta mendorong setiap instansi untuk menjalankan aksi nyata pencegahan narkoba. Pada tahap I tahun 2025, BNN Kendal telah menangani 15 klien untuk rehabilitasi.
“Rehabilitasi akan efektif bila ada keterlibatan dari masyarakat dan dukungan keluarga. Kesadaran keluarga untuk terbuka semakin meningkat pada tahap I. Sehingga program rehabilitasi bisa berjalan lebih baik,” ungkap Anna.
Ia menambahkan, keterlibatan pemerintah desa menjadi kunci penting dalam pencegahan di tingkat paling bawah. Anna juga memberikan apresiasi kepada organisasi perangkat daerah (OPD) yang sudah melaksanakan aksi sesuai tugas dan fungsinya masing-masing.
Sementara itu, Pj Sekda Kendal Agus Dwi Lestari menegaskan bahwa Forum P4GN merupakan tanggung jawab bersama, bukan hanya BNN. Kolaborasi lintas sektor diperlukan, termasuk mengantisipasi potensi kerawanan di kawasan industri yang mempekerjakan tenaga kerja asing.
“Prevalensi penggunaan narkoba di Jawa Tengah mencapai 1,30 persen. Di Kendal memang belum tinggi, tetapi perlu kita antisipasi sejak dini agar tidak berkembang lebih luas,” kata Agus.
Pada kesempatan tersebut, Agus juga mengajak peserta forum untuk menjalani tes urine bersama-sama. Menurutnya, langkah pencegahan harus dimulai dari diri sendiri sebelum mengajak orang lain. “Mari kita mulai dari diri kita sendiri,” ajaknya. (ags/adf)










