Kudus  

Ketua DPRD Kudus Minta Perbaikan Sekolah Rusak Dipercepat

TUNJUK: ‎‎Ketua DPRD Kabupaten Kudus, H. Masan, SE, MM. turun langsung meninjau kondisi SD Terangmas di Desa Terangmas, Kecamatan Undaan, pada Senin (16/10). (ADAM NAUFALDO/JOGLO JATENG)

‎‎KUDUS, Joglo Jateng – Ketua DPRD Kabupaten Kudus, H. Masan, SE, MM. turun langsung meninjau kondisi SD Terangmas di Desa Terangmas, Kecamatan Undaan, Kamis (16/10). Kedatangannya itu setelah menerima laporan masyarakat terkait kerusakan atap salah satu ruang kelas.

‎‎H. Masan mengaku mengetahui informasi tersebut dari unggahan warga di media sosial. Usai berolahraga pagi, ia langsung menuju lokasi untuk memastikan kondisi bangunan. Dari hasil pantauan, satu ruang kelas terlihat rusak cukup parah di bagian atap dan berpotensi membahayakan siswa.

‎‎”Ada ruang kelas yang harus segera diperbaiki agar tidak membahayakan anak-anak,” kata Masan.

‎‎Dalam peninjauan itu, H. Masan didampingi perwakilan dari Dinas Pendidikan, Kepemudaan, dan Olahraga (Disdikpora) Kudus. Ia meminta agar setiap kerusakan di sekolah bisa segera direspons cepat tanpa menunggu laporan berlarut.

‎‎”Tahun ini sudah dialokasikan anggaran perbaikan melalui APBD Perubahan 2025. Kami harap segera dilaksanakan,” ujarnya.

BINCANG: Ketua DPRD Kudus, H Masan, SE, MM. sedang berdiskusi dengan pihak Disdikpora Kudus mengenai perbaikan SD Terangmas. (ADAM NAUFALDO/JOGLO JATENG)

‎‎Menurutnya, tahap awal perbaikan akan difokuskan pada pembenahan atap tanpa plafon. Sedangkan perbaikan lanjutan seperti plafon, pagar, dan halaman akan diusulkan dalam APBD 2026.

‎‎Ketua DPRD Kudus tersebut menegaskan, keselamatan siswa harus menjadi prioritas utama. “Jangan sampai ada sekolah yang ruangnya dikosongkan gara-gara atapnya mau roboh. Kalau dibiarkan, bisa berbahaya,” tegasnya.

‎‎Sementara itu, Plt Kepala SD Terangmas, Kliwon menjelaskan, perbaikan akan difokuskan pada kelas IV, V, dan VI, dan rencananya dimulai akhir Oktober 2025. Ia menyebut kerusakan atap terjadi sejak akhir September karena kayu yang lapuk.

‎‎”Untuk sementara, kegiatan belajar kelas IV kami pindah ke perpustakaan agar tetap aman. Jumlah siswanya ada 20 anak,” katanya.

‎‎Kliwon berharap perhatian DPRD dan Pemkab Kudus terus berlanjut untuk peningkatan fasilitas sekolah lainnya, seperti plafon, pagar, dan halaman. Dengan begitu, kegiatan belajar mengajar bisa berjalan nyaman dan aman bagi seluruh siswa. (adm/fat)