DEMAK, Joglo Jateng – Asap kopi mengepul di sebuah warung sederhana di Desa Jungpasir, Kecamatan Wedung, Kabupaten Demak, Kamis (30/10) pagi. Obrolan ringan antara warga dan seorang tentara tampak akrab di sudut ruangan. Di balik suasana santai itu, terselip misi penting yaitu menjaga kedekatan antara TNI dan masyarakat.
Ia adalah Kopda Hariyanto, Babinsa Koramil 06/Wedung Kodim 0716/Demak. Bukan di kantor atau aula resmi, melainkan di warung kopi, ia memilih menggelar Komunikasi Sosial (Komsos) bersama warga binaan.
Tempat sederhana yang penuh aroma kopi dan canda ringan itu menjadi jembatan antara aparat pertahanan dan rakyat di wilayah pesisir Demak. Menurut Hariyanto, warung kopi adalah tempat paling efektif untuk menjalin komunikasi.
”Kalau di kantor atau di rumah, orang kadang sungkan bicara. Tapi kalau di warung kopi, semua bisa terbuka. Dari obrolan santai, kadang muncul informasi penting yang bisa kami tindak lanjuti,” ujarnya.
Kegiatan Komsos seperti ini menjadi agenda rutin bagi Babinsa di wilayah Kodim 0716/Demak. Bagi mereka, warung kopi bukan sekadar tempat melepas penat, tetapi ruang sosial yang hidup, tempat berbagai isu, keluhan, hingga ide warga bermuara.
”Sudah semestinya seorang Babinsa selalu hadir di tengah masyarakat. Kami ini bukan hanya bertugas menjaga keamanan, tapi juga menjadi sahabat warga. Kalau komunikasi lancar, potensi masalah bisa terdeteksi lebih awal,” katanya.
Warga Jungpasir pun menyambut baik langkah itu. Sutrisno (48), salah satu warga yang hadir, mengaku senang bisa berdiskusi langsung dengan Babinsa tanpa formalitas.
”Biasanya kalau ada tentara datang, kami agak canggung. Tapi kalau begini, enak. Sambil ngopi bisa curhat soal keadaan kampung,” tuturnya sambil tertawa kecil.
Seiring waktu, warung kopi di Desa Jungpasir bukan lagi sekadar tempat nongkrong, tetapi simbol keakraban sosial. Di sanalah semangat gotong royong dan kepedulian tumbuh, sehangat kopi yang disajikan setiap pagi. (adm/fat)










