Klinik Hemodialisa Baru RSUD Tjitrowardojo Beroperasi, Layani 1.500 Pasien per Bulan

Wakil Direktur Pelayanan RSUD dr Tjitrowardojo Purworejo, dr Nunik Sulistyaningsih. (MARNIE/JOGLO JATENG)

PURWOREJO, Joglo Jateng – Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr Tjitrowardojo Purworejo kini resmi mengoperasikan ruang Klinik Hemodialisa (HD) baru. Sejak Kamis (11/12) lalu, layanan ini telah dibuka untuk umum guna meningkatkan kapasitas pelayanan cuci darah bagi masyarakat.

Saat ini, sebanyak 35 mesin HD telah beroperasi penuh dan mengantongi izin dari BPJS Kesehatan setelah melalui serangkaian proses kredensial dan perizinan yang ketat.

Targetkan 54 Mesin Beroperasi

Wakil Direktur Pelayanan RSUD dr Tjitrowardojo, dr Nunik Sulistyaningsih menjelaskan, berdasarkan izin Kementerian Kesehatan, total kapasitas yang disetujui mencapai 54 mesin HD. Namun, pengoperasiannya dilakukan bertahap menyesuaikan ketersediaan Sumber Daya Manusia (SDM) yang tersertifikasi.

“Untuk aturannya, satu perawat menangani 3 pasien. Jadi kami memberlakukan 2 shift. Layanan HD di ruang baru telah dimulai sejak Kamis (11/12),” tuturnya, Minggu (21/12/25).

Guna memenuhi standar pelayanan tersebut, RSUD milik Pemkab Purworejo ini tengah melakukan rekrutmen dokter umum dan perawat bersertifikat HD.

“Target kami awal 2026, semua mesin dapat melayani pasien. Saat ini, jumlah pasien HD di RSUD dr Tjitrowardojo mencapai 1.500 per bulan,” jelas dr Nunik.

Fenomena Pasien Usia Remaja

Di sisi lain, dr Nunik menyoroti tren yang cukup memprihatinkan terkait usia pasien gagal ginjal. Berdasarkan data di lapangan, rentang usia pasien yang menjalani cuci darah kini semakin muda, yakni mulai usia 16 hingga 17 tahun.

Menurutnya, fenomena ini memerlukan kajian lebih lanjut untuk mengetahui penyebab pasti mengapa para remaja tersebut mengalami gagal ginjal hingga harus melakukan cuci darah rutin di usia belia. (mrn/sam)