MI Darul Ulum 02 Hadirkan Pengajar Prancis di Program English Club

BERSAMA: English Club MI Darul Ulum 02 mendapat kunjungan seorang pengajar asal Prancis yang memberikan pembelajaran bahasa Inggris, belum lama ini. (DYAH NURMAYA/JOGLO JATENG)

KUDUS, Joglo Jateng – Program English Club MI Darul Ulum 02 menghadirkan pengalaman belajar yang berbeda bagi para siswa. Kali ini, madrasah tersebut mendapat kunjungan seorang pengajar asal Prancis yang memberikan pembelajaran bahasa Inggris secara langsung kepada para peserta didik.

Kegiatan yang berlangsung di lingkungan MI Darul Ulum 02 tersebut disambut antusias oleh siswa. Kehadiran penutur asing menjadi pengalaman baru yang menarik, sekaligus menambah semangat belajar bahasa Inggris di kalangan siswa.

Wakil Kepala Madrasah Bidang Kurikulum, Riyanto menjelaskan, kegiatan tersebut merupakan bagian dari pengembangan program English Club. Hal ini telah berjalan selama empat tahun terakhir di sekolah tersebut.

“Di MI Darul Ulum II memang memiliki program English Club. Kebetulan kami bekerja sama dengan lembaga kursus bahasa Inggris yang selama ini mendampingi kegiatan tersebut,” terangnya.

“Kedatangan tamu dari Prancis ini merupakan kelanjutan dari program English Club yang sudah berjalan,” lanjutnya.

Menurutnya, pengajar asal Prancis tersebut hadir untuk berbagi pengalaman, sekaligus mengenalkan bahasa Inggris kepada siswa melalui metode pembelajaran yang menyenangkan dan mudah dipahami.

“Beliau datang memang dalam rangka mengajar. Karena ada keterbatasan waktu, sementara yang bisa mengikuti kegiatan ini adalah siswa kelas I dan kelas IV,” katanya.

Dalam proses pembelajaran, pengajar menggunakan media gambar dan bahasa tubuh untuk berkomunikasi dengan para siswa. Metode tersebut dinilai efektif karena sebagian besar siswa masih dalam tahap pengenalan bahasa Inggris.

“Karena beliau tidak memahami bahasa Indonesia dan anak-anak juga belum semuanya familiar dengan bahasa Inggris, maka digunakan media gambar. Misalnya menggambar sesuatu, kemudian anak-anak menebak gambar tersebut,” jelasnya.

“Dari situ mereka belajar kosakata bahasa Inggris sekaligus mengetahui padanan bahasa Indonesianya,” sambungnya.