Rutin Sedekah Tiap Tanggal 22, Siswa MI NU Salafiyah Kumpulkan Dana untuk Korban Banjir

Siswa MI NU Salafiyah saat menyerahkan donasi banjir kepada perwakilan NU Peduli Jekulo.
AJARKAN PEDULI: Beberapa siswa berdonasi untuk korban banjir yang didampingi langsung oleh Kepala MI NU Salafiyah, belum lama ini. (HUMAS/JOGLO JATENG)

KUDUS, Joglo Jateng – Madrasah Ibtidaiyah (MI) NU Salafiyah Kudus kembali menunjukkan kepedulian sosialnya dengan menggelar penggalangan dana kemanusiaan untuk korban banjir, baru-baru ini. Kegiatan ini terintegrasi dengan Program Aku Suka Sedekah (PASS), sebuah rutinitas amal yang dilaksanakan setiap tanggal 22.

Aksi solidaritas ini digelar sebagai respons nyata atas bencana banjir yang masih melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Kudus. Melalui program tersebut, seluruh peserta didik, wali murid, hingga keluarga besar madrasah diajak menyisihkan sebagian rezeki untuk meringankan beban warga yang rumahnya masih terendam air.

Pendidikan Karakter Berbasis Praktik

Kepala MI NU Salafiyah, Naning Idha Rodliyah menjelaskan bahwa integrasi penggalangan dana dengan program PASS bukan sekadar seremonial. Hal ini merupakan bagian dari pendidikan karakter berbasis praktik nyata bagi siswa.

“Pihaknya ingin membiasakan anak-anak untuk gemar bersedekah, peduli terhadap sesama, serta peka terhadap persoalan kemanusiaan di sekitarnya. Melalui PASS, nilai-nilai kepedulian tidak hanya diajarkan, tetapi langsung dipraktikkan,” ujarnya.

Salurkan Bantuan Lewat NU Peduli

Dari aksi gotong royong tersebut, MI NU Salafiyah berhasil menghimpun dana sebesar Rp 1.516.000. Dana yang terkumpul kemudian diserahkan melalui NU Peduli Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Jekulo untuk disalurkan dalam program pascabencana.

Naning menambahkan, kepedulian sosial di sekolahnya bersifat berkelanjutan. Sebelumnya, aksi serupa juga dilakukan untuk membantu korban banjir bandang di Aceh, Sumatera Barat, dan Sumatera Utara.

“Ini menunjukkan bahwa kepedulian sosial di MI NU Salafiyah bersifat berkelanjutan dan telah menjadi budaya madrasah,” tambahnya.

Apresiasi Program Pascabencana

Sementara itu, Ketua NU Peduli MWCNU Jekulo, Rois, memberikan apresiasi tinggi atas inisiatif MI NU Salafiyah. Menurutnya, penanaman karakter sosial sejak dini sangat penting.

“Donasi ini akan kami tasarrufkan untuk program pascabencana sesuai kebutuhan warga terdampak, baik dalam bentuk bantuan logistik, pemulihan, maupun pendampingan,” ungkap Rois. (iza/fat)