Bank Jateng Salurkan CSR untuk Korban Tanah Bergerak di Bumijawa Tegal

Bupati Tegal Ischak Maulana Rohman didampingi Wakil Pemimpin Bank Jateng Cabang Slawi menyerahkan bantuan CSR kepada korban tanah bergerak di Bumijawa.
Bank Jateng menyalurkan bantuan dana Corporate Social Responsibility (CSR) kepada warga terdampak bencana tanah bergerak di Dukuh Kali Kloneng, Desa Dukuhbenda, Kecamatan Bumijawa, Kabupaten Tegal yang dilakukan secara simbolis oleh Bupati Tegal, Ischak Maulana Rohman, didampingi Wakil Pemimpin Bank Jateng Cabang Slawi, Heri Riyanto, pada Rabu (4/2/2026). (HUMAS/JOGLO JATENG)

SLAWI, Joglo Jateng – Bank Jateng Cabang Slawi menunjukkan respons cepat dalam penanganan bencana alam di Kabupaten Tegal. Melalui program Corporate Social Responsibility (CSR), bank plat merah ini menyalurkan bantuan kepada warga terdampak fenomena tanah bergerak Bumijawa, tepatnya di Dukuh Kali Kloneng, Desa Dukuhbenda, Rabu (4/2/2026).

Bantuan senilai Rp 20 juta tersebut diserahkan secara simbolis oleh Bupati Tegal, Ischak Maulana Rohman didampingi Wakil Pemimpin Bank Jateng Cabang Slawi, Heri Riyanto. Langkah ini menjadi angin segar bagi sekitar 50 warga yang rumahnya mengalami kerusakan akibat pergeseran tanah.

Wakil Pemimpin Bank Jateng Cabang Slawi, Heri Riyanto menegaskan, aksi sosial ini merupakan wujud tanggung jawab perusahaan untuk hadir di tengah kesulitan masyarakat.

“Bantuan ini kami salurkan sebagai bentuk kepedulian Bank Jateng agar dapat sedikit meringankan beban masyarakat yang terdampak. Kami berharap sinergi ini dapat memberikan dukungan berkelanjutan bagi proses pemulihan,” ujar Heri.

Bupati Kaji Opsi Relokasi atau RTLH

Sementara itu, Bupati Tegal Ischak Maulana Rohman mengapresiasi kolaborasi Bank Jateng dalam penanganan pascabencana. Saat meninjau lokasi, Ischak menyoroti kondisi fisik bangunan warga yang cukup memprihatinkan.

“Di lapangan kami melihat langsung ada rumah yang lantainya retak, dinding pecah, bahkan sebagian lantai terkikis akibat pergerakan tanah. Kondisi ini tentu membutuhkan penanganan serius,” tegas Bupati Ischak.

Terkait solusi jangka panjang, Pemkab Tegal tengah mengkaji dua opsi strategis bersama instansi terkait. Keselamatan warga menjadi prioritas utama dalam pengambilan keputusan ini.

“Kami sedang mengkaji. Jika masih memungkinkan dan aman, akan kami perbaiki melalui program Rumah Tidak Layak Huni (RTLH). Namun jika risiko tinggi, relokasi menjadi pilihan demi keselamatan warga,” pungkasnya. (hms/rds)