KUDUS, Joglo Jateng – Program Ramadan MI NU Maslakul Huda kembali digelar dengan berbagai pembiasaan ibadah bagi siswa. Madrasah tersebut mengarahkan peserta didik untuk menjalankan puasa, salat, dan tadarus selama bulan suci ramadan. Langkah ini menjadi bagian dari pendidikan karakter religius di lingkungan sekolah.
Sejak jauh hari, pihak madrasah telah memberi arahan agar siswa memahami kewajiban dan amalan selama satu bulan penuh berkah. Pembiasaan itu difokuskan agar siswa tidak sekadar berpuasa, tetapi juga disiplin dalam ibadah lainnya.
Siswa Didorong Puasa Penuh dan Disiplin Salat
Kepala MI NU Maslakul Huda, Suyati menjelaskan, siswa kelas 3 dan 4 diarahkan untuk berpuasa penuh satu hari. Sementara itu, siswa kelas 1 dan 2 masih dalam tahap latihan dengan puasa setengah hari.
Selain berpuasa, madrasah membagikan buku kegiatan ramadan yang wajib diisi siswa. Buku tersebut memuat catatan pelaksanaan puasa dan salat lima waktu.
Menurutnya, puasa harus dibarengi kedisiplinan salat agar ibadah berjalan sempurna.
“Kalau kita puasa kok salatnya enggak salat nanti kan puasanya kurang afdol, kurang diterima. Jadi saya tekankan salatnya juga enggak boleh bolong-bolong,” ujarnya.
Tadarus, Tausiyah, dan Rencana Buka Bersama
Selama ramadan, kegiatan belajar di madrasah berlangsung efektif selama tiga pekan. Pada hari aktif, siswa mengikuti tadarus Al-Qur’an per kelas dengan pendampingan guru, lalu dilanjutkan tausiyah singkat tentang keutamaan ramadan.
Madrasah juga merencanakan kegiatan buka puasa bersama, meski jadwalnya masih menunggu penentuan lebih lanjut. Seluruh rangkaian kegiatan tersebut diarahkan agar siswa semakin mendekatkan diri kepada Tuhan.
Suyati menambahkan, pembiasaan ini menjadi ciri khas pendidikan karakter religius di madrasah. Kegiatan ibadah malam seperti salat tarawih juga mendapat perhatian khusus.
“Kalau tarawih di masjid nanti juga ada kegiatan. Sudah enggak boleh senenge dewe. Ini kita membawa nama madrasah juga,” ungkapnya.
Meski jam pulang sekolah mengalami penyesuaian selama ramadan, pembiasaan harian tetap berjalan. Setiap pagi siswa membaca Asmaul Husna sebelum masuk kelas dan melaksanakan salat berjamaah dengan penyesuaian antara salat zuhur atau salat duha.
“Tetap pembiasaan berjalan. Intinya tadarusan, banyak membaca Al-Quran dan tausiyah supaya di bulan ramadan ini lebih mendekatkan diri kepada Allah SWT,” pungkasnya. (hfh/fat/rds)










