PURWOREJO, Joglo Jateng – Menghadapi kemarau panjang, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Purworejo telah melakukan sejumlah persiapan. Melalui berbagai rapat koordinasi (rakor), BPBD mempersiapkan beberapa skenario untuk menghadapi musim kering tahun ini.
Akhir bulan Mei 2026, BPBD telah mengajukan pengusulan SK Bupati Kabupaten Purworejo tentang Penetapan Status Siaga Darurat Bencana Kekeringan di Wilayah Kabupaten Purworejo Tahun 2026.
Selain itu, pihaknya juga mengusulkan SK Bupati Purworejo tentang Pembentukan Pos Komando Siaga Darurat Bencana Kekeringan di Wilayah Kabupaten Purworejo Tahun 2026.
Kepala Pelaksana (Kalak) BPBD Kabupaten Purworejo, Wasit Diyono menjelaskan, pihaknya telah memastikan kesiapan truk tangki air dengan kapasitas 5.000 liter sebanyak empat armada.
“Selain itu, kami juga mengusulkan anggaran air bersih sebanyak 200 tangki atau 1 juta liter,” jelas Wasit, Rabu (10/6/2026).
“Kemudian juga tandon air kapasitas 5.000 liter sebanyak 18 unit dan sudah ditempatkan di desa-desa terdampak kekeringan,” lanjutnya.
“Untuk memastikan semua armada siap, kami melakukan checking peralatan dan kendaraan operasional dalam rangka menghadapi musim kemarau dan antisipasi karhutla (kebakaran hutan dan lahan),” tambah Wasit.
Wasit mengatakan, jumlah desa rawan terdampak kekeringan ada sebanyak 42 desa di 13 kecamatan.
Berdasarkan data rekapitulasi pendistribusian bantuan air tahun 2024, desa terbanyak pemohon air bersih berada di Kecamatan Bagelen, yakni 13 desa.
Dia menjelaskan, untuk warga yang mengalami kesulitan air dan ingin mendapatkan bantuan air bersih, bisa melapor ke pemerintah desa setempat.
“Selanjutnya, Pemdes mengajukan permohonan bantuan air bersih kepada BPBD Kabupaten Purworejo disertai informasi mengenai kondisi sumber air, jumlah warga terdampak, serta kebutuhan air yang diperlukan,” terang Wasit.
Lanjutnya, setelah menerima laporan, BPBD akan melakukan verifikasi lapangan. Apabila memenuhi kriteria kedaruratan, maka akan dijadwalkan pendistribusian air bersih sesuai kebutuhan dan ketersediaan armada.










