Kendal  

DPRD dan Pemkab Kendal Perkuat Kapasitas Kepemimpinan Pemuda lewat Workshop

PAPARAN: Ketua DPRD Kendal Mahfud Sodiq saat memberikan sambutan di acara workshop kepemudaan Kabupaten Kendal, Kamis (11/6/2026). (AGUS RIYADI/JOGLO JATENG)

KENDAL, Joglo Jateng – DPRD Kendal bersama Pemerintah Kabupaten Kendal mendorong penguatan kapasitas generasi muda melalui Workshop Kepemimpinan Pemuda Kabupaten Kendal Tahun 2026. Kegiatan ini digelar di River Walk Boja, Rabu hingga Kamis (10-11/6/2026).

Ketua DPRD Kendal Mahfud Sodiq mengatakan, pemuda memiliki posisi strategis dalam pembangunan daerah. Menurutnya, generasi muda bukan hanya agen perubahan, tetapi juga berfungsi sebagai kontrol sosial, kekuatan moral, sekaligus motor inovasi yang mampu mendorong kemajuan daerah.

“Pemuda memiliki posisi yang sangat penting dalam pembangunan daerah. Mereka bukan hanya agen perubahan, tetapi juga kontrol sosial, kekuatan moral, dan motor inovasi. Karena itu, kolaborasi antara pemerintah, legislatif, dan organisasi kepemudaan harus terus diperkuat,” ujarnya.

Mahfud menilai tantangan pembangunan saat ini semakin kompleks seiring perkembangan teknologi, perubahan sosial, dan dinamika global. Karena itu, diperlukan ruang komunikasi dan kolaborasi yang lebih terbuka antara generasi muda dengan para pemangku kebijakan.

Ia menyebut Generasi Z memiliki karakter dan pola pikir yang berbeda dibandingkan generasi sebelumnya. Menurutnya, ide dan kreativitas anak muda perlu diberikan ruang lebih luas agar dapat berkontribusi dalam pembangunan daerah.

Sementara itu, Bupati Kendal Dyah Kartika Permanasari menegaskan bahwa masa depan Kabupaten Kendal maupun Indonesia sangat ditentukan oleh kualitas generasi muda saat ini. Ia mengingatkan bahwa berbagai peristiwa penting dalam sejarah bangsa tidak terlepas dari peran pemuda.

“Kebangkitan Nasional, Sumpah Pemuda, hingga Proklamasi Kemerdekaan menunjukkan bahwa pemuda selalu hadir dengan energi, keberanian, dan idealisme yang mampu mendorong perubahan besar bagi bangsa,” terangnya.

Menurutnya, pemuda tidak cukup hanya menjadi penonton perubahan, tetapi harus tampil sebagai pelaku utama yang mampu menghadirkan inovasi dan solusi bagi masyarakat. Karena itu, ia mengajak generasi muda untuk aktif dalam inovasi, digitalisasi, serta kewirausahaan sosial.

“Saya berharap forum ini tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial. Setelah workshop ini harus ada langkah nyata. Pemuda, Karang Taruna, dan pemerintah daerah perlu terus bergerak bersama, saling berdiskusi, dan berkolaborasi untuk kemajuan Kendal,” tandasnya. (ags/gih/rds)