Kudus  

Kudus Jadi Pelopor Pilketos Serentak se-Jateng, Cek Antusiasme Ratusan Pelajar di Sini

TAHAPAN: Infografis jadwal dan tahapan Pemilihan Ketua OSIS (Pilketos) Serentak tahun 2026 untuk tingkat SLTA se-Kabupaten Kudus. (DOK. KPU KABUPATEN KUDUS/JOGLO JATENG)

KUDUS, Joglo Jateng – Sebanyak 91 sekolah tingkat SLTA di Kabupaten Kudus akan menggelar Pemilihan Ketua OSIS (Pilketos) secara serentak pada Rabu (16/9/2026).

Program ini diinisiasi Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Kudus bersama Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kudus.

Program tersebut menjadi yang pertama di Jawa Tengah, sekaligus sarana pendidikan demokrasi bagi pelajar sebagai calon pemilih pemula.

Peluncuran tahapan Pilketos Serentak dilaksanakan di Pendapa Kabupaten Kudus, Selasa (28/7/2026).

Sebanyak 91 sekolah yang terdiri atas 18 SMA, 29 SMK, empat SMALB, dan 40 MA/MAN akan mengikuti seluruh tahapan pemilihan layaknya penyelenggaraan pemilu.

Tahapan itu mulai dari pembentukan panitia, pencalonan, kampanye, pemungutan suara, penghitungan suara, hingga penetapan hasil.

Wakil Bupati Kudus, Bellinda Putri Sabrina Birton mengatakan, Pilketos Serentak merupakan langkah konkret mengenalkan proses demokrasi sejak di bangku sekolah.

Menurutnya, praktik secara langsung akan memberikan pengalaman yang lebih bermakna dibandingkan hanya mempelajari teori di dalam kelas.

“Pilketos ini merupakan miniatur pemilu. Para siswa belajar memahami seluruh proses demokrasi,” katanya.

Ia berharap, ketika memiliki hak pilih nantinya, para siswa sudah siap menjadi pemilih yang cerdas dan bertanggung jawab.

DIMULAI: Peluncuran program Pilketos Serentak di Pendapa Kabupaten Kudus, belum lama ini. (DOK. PRIBADI/JOGLO JATENG)

Bellinda juga berharap pelaksanaan Pilketos Serentak mampu meningkatkan kualitas demokrasi di Kabupaten Kudus. Hal ini sekaligus untuk menumbuhkan kesadaran politik yang sehat di kalangan pelajar.

Ia mengajak seluruh peserta mengikuti setiap tahapan dengan sungguh-sungguh sebagai bekal menghadapi pemilu maupun pilkada pada masa mendatang.

Ketua KPU Kabupaten Kudus, Ahmad Amir Faisol menjelaskan, program tersebut merupakan inovasi pendidikan politik. Program ini juga sebagai upaya meningkatkan indeks demokrasi dan partisipasi pemilih.

Menurutnya, Kudus menjadi kabupaten pertama di Provinsi Jawa Tengah yang menyelenggarakan Pilketos secara serentak.

“Kami ingin anak-anak mengenal proses pemilu secara utuh, mulai dari pencalonan, kampanye, pemungutan suara hingga penghitungan suara,” ujarnya.

Pengalaman ini diharapkan mampu membentuk karakter pemilih yang aktif, kritis, dan memiliki tanggung jawab terhadap demokrasi.

Ia menilai keberhasilan program tersebut tidak lepas dari dukungan Pemkab Kudus, satuan pendidikan, serta para kepala sekolah.

KPU berharap model Pilketos Serentak dapat menjadi rujukan bagi daerah lain dalam membangun budaya demokrasi sejak usia sekolah.