Catat 5 Hari Zero Kematian di Kabupaten Banyumas

Achmad Husein, Bupati Banyumas. (ANTARA/JOGLO JATENG)

PURWOKERTO, Joglo Jateng – Kasus Covid-19 di Kabupaten Banyumas mengalami penurunan secara signifikan. Bahkan, selama lima hari tercatat nihil kasus kematian.

Bupati Banyumas, Achmad Husein mengatakan, per tanggal 1-10 Oktober, kasus kematian akibat Covid-19 hanya tercatat enam orang. Kendati mengalami penurunan yang signifikan, ia meminta masyarakat agar tetap taat pada protokol kesehatan (prokes).

“Ada lima hari yang zero kasus kematian itu tanggal 1, 3, 4, 6, dan 7 Oktober,” terangnya, Senin (11/10).

Dengan demikian, fluktuasi kasus kematian akibat Covid-19 pada periode 1-10 Oktober berkisar satu sampai dua orang per hari. Kasus kematian terbanyak pada periode tersebut terjadi pada hari Minggu (10/10). Dimana tercatat sebanyak dua orang meninggal dunia.

Kasus kematian menurun signifikan jika dibandingkan dengan tiga bulan sebelumnya. Sebab, pada September tercatat 74 orang meninggal dunia dan Agustus sebanyak 366 orang. Sedangkan, pada Juli mencapai 777 orang atau tertinggi sejak terjadinya pandemi.

“Penurunan drastis juga terjadi pada penambahan kasus positif baru. Karena berdasarkan data per tanggal 1-10 Oktober tercatat sebanyak 58 orang, sedangkan pada bulan September sebanyak 773 orang, Agustus sebanyak 3.624 orang, dan Juli mencapai 13.720 orang,” rincinya.

Terpisah, Kepala Dinkes Kabupaten Banyumas, Sadiyanto mengakui, cakupan vaksinasi Covid-19 per tanggal 9 Oktober telah mencapai 50 persen. Berdasarkan data Dinas Kesehatan Kabupaten Banyumas per tanggal 9 Oktober, jumlah warga yang tervaksin sebanyak 699.351 orang dari target 1.398.427 sasaran.

“Kalau per hari ini (Senin (11/10), red.) belum ada update, sedangkan hari Minggu (10/10) tidak ada layanan vaksinasi,” ujarnya.

Dengan demikian, Pemkab Banyumas tinggal menunggu kebijakan pemerintah pusat terkait dengan penerapan level dalam pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) di Banyumas. Apakah masih tetap di level 3 ataukah turun ke level 2. Hal ini disebabkan penurunan level juga dikaitkan dengan kondisi di wilayah aglomerasi sekitar Banyumas.

“Misalnya (jika) Cilacap, Banjarnegara, dan Purbalingga masih belum 50 persen, apakah Banyumas masih tetap level 3 atau (turun ke) level 2, nanti tinggal kebijakan pusat seperti apa,” jelasnya.

Seperti diketahui, sesuai ketentuan untuk bisa turun dari PPKM level 3 ke level 2, jumlah warga yang telah divaksin minimal 50 persen dari target. Sedangkan untuk turun dari level 2 ke level 1 minimal 70 persen. (ara/ern)