BATANG, Joglo Jateng – Wacana vaksinasi untuk anak usia 6-11 tahun akan mulai dilaksanakan pada, Selasa (14/12). Akan tetapi, belum ada koordinasi lebih lanjut dari Dinas Kesehatan (Dinkes) kepada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Batang. Untuk merealisasikan program tersebut, Pemkab Batang memerlukan vaksin berkisar 60 ribu dosis.
Kepala Disdikbud Batang Ahmad Taufiq menjelaskan, bahwa hingga saat ini belum ada koordinasi lebih lanjut dari Dinkes mengenai program vaksinasi anak. Saat ini, pihaknya masih melaksanakan vaksinasi untuk siswa berusia 12 tahun ke atas.
Ia mengatakan, angka tersebut berdasarkan jumlah siswa SD di Batang. Sehingga angka tersebut menjadi patokan untuk menentukan jumlah vaksinasi anak yang diperlu disediakan. “Jumlah siswa SD sebanyak 60.349 per 1 Oktober. Artinya ketersediaan vaksin minimal sejumlah itu,” jelasnya saat diwawancarai, Senin (13/12).
Lebih lanjut, Kepala Bidang Pembinaan SD, Disdikbud Batang, Yulianto menjelaskan, bahwa pihaknya siap menjalankan program vaksinasi anak di lingkungan SD. Saat ini, pihaknya masih harus berkoordinasi dengan Dinkes.
“Akan kita laksanakan seperti yang sudah terlaksana di tingkat SMP. Dinkes memberi kuota kemudian kita tindaklanjuti,” tuturnya.
Akan tetapi hingga kemarin, Senin (13/12), pihaknya belum mendapatkan informasi untuk program vaksinasi anak. Sehingga program tersebut belum dapat dijalankan. “Kami belum mendapatkan informasi mengenai ketersediaan vaksin untuk anak-anak,” ungkapnya.
Sementara itu, Kepala Sekolah SDN Denasri Wetan 2 Esti Yuni Pratiwi menuturkan, ia setuju dengan wacana vaksinasi anak. Pihaknya siap membantu penyelenggaraan vaksinasi untuk anak didiknya.
“Jika memang sudah diperbolehkan untuk siswa 6-11 tahun saya senang sekali karena dapat mengurangi kekhawatiran mengenai Covid-19,” paparnya.
Selama ini, pihaknya juga sudah mengupayakan vaksinasi untuk siswanya yang berusia 12 tahun ke atas. Total ada 5 siswa yang sudah memenuhi kriteria dan mendapatkan vaksinasi.
“Kemarin kami antar anak yang sudah berusia 12 tahun beserta orang tuanya untuk menjalani vaksinasi. Karena orang tuanya belum vaksin jadi ikut vaksin juga,” pungkasnya.
Adapun jumlah siswa di SDN Denasri sejumlah 176 siswa. Artinya masih ada 171 siswa yang memerlukan vaksinasi selajutnya. (cr1/all)










