KOTA, Joglo Jogja — Pemerintah Kota (Pemkot) Yogyakarta mulai menggelar vaksinasi booster, yang diutamakan diberikan kepada lansia. Yakni yang telah melakukan dua kali vaksinasi. Sebanyak 57.240 lansia nantinya akan menjadi sasaran vaksinansi ini.
Walikota Yogyakarta Haryadi Suyuti mengatakan, dijadikannya lansia sebagai sasaran vaksinasi booster bukan tanpa alasan. Tingginya angka harapan hidup di kota Yogyakarta menjadikannya merasa bertanggungjawab.
“Usia harapan hidup di Jogja itu 74 tahun untuk laki-laki. Dan perempuan itu 76 tahun. Saya bertanggungjawab agar bisa membantu lansia untuk mencapai usia harapan hidup,” ungkapnya, Senin (17/1/22).
Lebih jauh, kick off vaksinasi ini menurutnya sebagai pertanda gerakan vaksin booster serentak. Meskipun sebelumnya sudah ada satu atau dua lansia yang sudah melakukan booster. Berdasarkan data dari dinas kesehatan, menurutnya ada sebanyak 57.240 lansia yang bakal menjadi sasaran vaksin booster.
Untuk vaksin booster ini, Pemkot Yogyakarta menggunakan vaksin jenis AstraZeneca. Dan rencananya booster ini akan rampung pada pertengahan bulan februari mendatang.
“Sebenarnya bisa ngebut, tapi sesuai kesepakatan ditarget selesai itu pada pertengahan Februari,” terangnya.
Sementara itu, salah satu peserta vaksinasi booster, Irjen Pol (Purn) Drs Yohanes Wahyu Saronto (74), mengaku tidak merasakan reaksi apapun setelah dilakukan booster. Padahal jenis vaksin booster berbeda dengan vaksin satu dan dua yang ia gunakan dulu.
Ia mengaku percaya pada yang ahli, dalam hal ini dinas kesehatan. Karena ia yakin meski bukan lagi sinovac, tapi vaksin yang digunakan tetap bertujuan baik.
“Pada dasarnya vaksinasi ini akan membangun kesehatan kelompok, pandemi menuju endemi ini bisa terbentuk karena herd immunity. Itu yang ingin dicapai. Agar Indonesia bisa tercegah dari pandemi,” imbuhnya. (fif/bid)










