BANTUL, Joglo Jogja – Capaian vaksinasi booster atau dosis ketiga Covid-19 di Kabupaten Bantul, baru terlaksana sebesar 5.08% atau 38.990 orang. Hal ini sesuai dengan data Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi (KCP-PEN), per tanggal 11 Februari.
Ketua penanggung jawab vaksinasi Kabupaten Bantul Abed Nego menjelaskan, sosialisasi tentang vaksinasi sudah sering dilakukan. Bahkan, sosialisasi untuk pertama kali dilakukan oleh Bupati dan forkompinda Bantul.
“Sudah dilakukan sosialisasi vaksinasi booster untuk masyarakat. Bahkan kick off pertama dilakukan oleh bupati dan forkompinda. Masyarakat mungkin belum tertarik, saya juga belum tahu apakah harus dipaksa kebijakan mengikat. Seperti saat diwajibkan vaksinasi dosis 1 dan 2, agar masyarakat bisa mengakses fasilitas publik,” ujarnya, beberapa hari lalu.
Ia menambahkan, dari data tersebut, vaksinasi dosis pertama di Kabupaten Bantul telah diberikan kepada 725.616 orang. Sehingga dari data tersebut yang akan menjadi target untuk diberikan vaksinasi booster.
“Dari 700.000 jiwa ini, kita harus meyakinkan benar-benar pentingnya vaksinasi booster. Mungkin kesannya melambat. Karena di Bantul sendiri baru dapat vaksin booster belum lama ini. Kendalanya belum tahu yang sudah vaksin kedua dengan jarak 6 bulan siapa saja,” ucapnya.
Jumat (11/2) lalu, di halaman Dinas Kesehatan Bantul dilaksanakan vaksinasi covid-19 untuk dosis satu, dua dan tiga. Namun demikian, minat masyarakat untuk mengikutinya sangat kecil.
Koordinator lapangan pelaksanaan vaksinasi Budi Nur Rohmah mengatakan, menurut data monitoring hingga pukul 10.00 WIB, hanya sebanyak 188 dosis yang telah diberikan. Jumlah ini mengalami penurunan dibanding pelaksanaan sebelumnya.
Ia melanjutkan, menurutnya sejak pertengahan Januari jumlah orang yang melakukan vaksinasi mengalami penurunan. Pada awal pelaksanaannya, vaksinasi booster dapat diberikan kepada 350 hingga 500 orang dalam satu hari.
“Akhir-akhir ini yang datang untuk vaksinasi ketiga sudah menurun. Harapannya yang belum melakukan vaksin 1 dan 2 segera dilengkapi. Dan yang sudah vaksin 2 dengan jarak 6 bulan, segera vaksin booster,” tegasnya. (ers/bid)










