Tingkatkan Kognitif Siswa SD melalui Pembelajaran Berbasis Gender Sosial Inklusi

Oleh: Siti Khoiriyah, S.Pd.SD
Guru SDN 2 Kaliwungu, Kec. Kaliwungu, Kab. Kudus

ISU yang menarik untuk dibahas sekaligus dikhawatirkan oleh sebagian besar masyarakat yaitu tentang sumber daya manusia. Salah satu upaya yang bisa dilakukan adalah peningkatan kualitas pendidikan. Pendidikan diharapkan dapat melahirkan manusia-manusia terpelajar yang mempunyai peran penting dalam proses transformasi sosial di dalam masyarakat. Pemerataan kesempatan belajar sangat berdampak dalam hal keadilan dan kesetaraan gender sehingga berpengaruh pada peningkatan kualitas sumber daya manusianya.

Sebagian besar masyarakat berpikir bahwa perempuan itu tidak terlalu penting dalam mengenyam pendidikan padahal jika pandangan ini masih terus dilestarikan maka akan berdampak pada menurunnya kualitas pendidikan. Idealnya sebuah lembaga pendidikan itu dijadikan sarana untuk mentransfer ilmu pengetahuan kepada masyarakat dalam mengupayakan terwujudnya kesetaraan gender. Penerapan dalam dunia pendidikan bisa dilakukan dengan memberlakukan pembelajaran gender dan menghilangkan perbedaan pada setiap peserta didik. Kenyataan di lapangan masih ada beberapa kejadian yang mengandung ketidaksetaraan gender.

Pendidik harus belajar mengenai kesetaraan gender yang bisa diterapkan dalam dunia pendidikan. Pendidik harus menjunjung tinggi kesetaraan antar peserta didik dalam kelas tanpa perbedaan. Apabila masih terdapat pendidik yang membeda-bedakan atas gender maka akan menimbulkan kecemburuan antar peserta didik yang menyebabkan melemahnya motivasi belajar peserta didik dan terjadi persaingan yang tidak sehat antar peserta didik.

Kesetaraan gender melalui pendidikan inklusi dapat menciptakan kesetaraan dan keadilan pembelajaran untuk semua lapisan masyarakat yaitu perempuan, cacat, laki-laki, berbagai warna kulit, miskin, berbagai suku, dan status ekonomi. Proses pembelajaran yang tidak memisahkan antara peserta didik berkebutuhan khusus dengan peserta didik normal menjadi salah satu alasan pentingnya menumbuhkan sikap saling menghormati pada diri peserta didik dan menjunjung tinggi nilai-nilai keberagaman yang ada di masyarakat.

Aspek kognitif anak sekolah dasar merupakan salah satu aspek psikologis yang sangat perlu dihayati dan dipahami oleh seorang pendidik karena hakikat pembelajaran yang diselenggarakan harus disesuaikan dengan tingkat perkembangan kognitif anak. Sistem kognitif merupakan perangkat pengolahan yang kompleks pada diri manusia yang mampu memperoleh, memproses, melestarikan, dan mentransmisikan informasi (Darouich et al., 2017: 521). Kemampuan kognitif merupakan kemampuan yang digunakan untuk memonitor dan mengatur penggunaan konsep dan aturan, yang dapat membantu peserta didik dalam proses berpikir, proses belajar, memecahkan masalah dan mengambil keputusan.

Pendidikan inklusif merupakan suatu pendidikan yang menempatkan pemenuhan hak peserta didik untuk memperoleh pendidikan yang sama pada, baik regular maupun ABK yang sesuai dengan kebutuhan. Pendidikan inklusif harus diimplementasikan karena semua anak mempunyai hak yang sama untuk memperoleh pendidikan yang bermutu dan tidak diskriminatif, semua anak memiliki kemampuan untuk mengikuti pelajaran tanpa melihat kelainan dan kecacatannya. Perbedaan merupakan penguat dalam meningkatkan mutu pembelajaran bagi semua anak.

Sisi positif implementasi pendidikan inklusif yaitu membangun kesadaran dan konsensus pentingnya pendidikan inklusif sekaligus menghilangkan nilai dan sikap diskriminatif, melibatkan, dan memberdayakan masyarakat untuk memberlakukan analisis situasi pendidikan setempat, memberikan kesempatan kepada anak dan mengidentifikasi alasan mereka tidak sekolah (bagi anak yang belum/tidak sekolah). Perbedaan atau keunikan penelitian ini dibanding sebelumnya antara lain pada penelitian sebelumnya membahas mengenai upaya peningkatan kemampuan dari aspek sikap peserta didik melalui pembelajaran berbasis gender sosial inklusi sedangkan pada penelitian ini mengkaji upaya peningkatan kemampuan dari aspek kognitif melalui pembelajaran berbasis gender sosial inklusi dan dikombinasikan dengan perolehan nilai kemampuan kognitif peserta didik nya ditinjau dari gender. (*)