Vaksinasi Booster jadi Syarat Administrasi Pemerintahan

SITUASI: Halaman depan Dinas Kesehatan Bantul saat pelaksanaan vaksinasi Covid-19, belum lama ini. (ERNA SARI SUSANTI/ JOGLO JOGJA)

BANTUL, Joglo Jogja – Capain vaksinasi booster di Bantul masih rendah. Dari target nasional sebesar 30 hingga 50 persen, capaian di Bantul masih di bawah 20 persen. Salah satu penyebab adalah kesadaran masyarakat yang masih rendah. Sehingga diperlukan upaya untuk mengatasinya, seperti saat mengurus dokumen kependudukan atau mengambil Bantuan Langsung Tunai (BLT) diwajibkan sudah melakukan vaksinasi booster.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Bantul, Agus Budi Raharjo mengatakan, bahwa minat masyarakat terhadap vaksin ketiga ini diakuinya masih rendah. Sebab, banyak masyarakat yang menganggap bahwa cukup dengan melakukan vaksinasi hingga dosis.

Data per Rabu (11/5), capaian vaksinasi dosis ketiga di Kabupaten Bantul baru mencapai 19,73 persen. Vaksinasi ini baru menyasar ke 148.394 orang dari total 752.225 sasaran.

“Capaian vaksinasi booster di Bantul memang minatnya tergolong masih rendah, kendalanya karena pemahaman masyarakat mengenai vaksin lengkap itu hanya dosis satu dua. Sementara dosis ketiga hanya penyempurna,” ujar Agus, Rabu (11/5).

Lebih lanjut ia mengatakan, pihaknya telah berusaha menggenjot capaian vaksinasi lewat puskesmas. Saat Ramadan kemarin, juga telah diadakan program vaksinasi ngabuburit. Namun, ternyata program itu justru diminati oleh masyarakat luar Bantul. Sebab menjadi persyaratan mudik.

Untuk program yang dikhususkan bagi masyarakat Bantul, Agus menuturkan pihaknya akan mencanangkan dokumen vaksinasi booster sebagai syarat wajib administrasi pemerintahan. Yakni saat masyarakat hendak mengurus dokumen kependudukan atau ingin mengambil Bantuan Langsung Tunai (BLT).

“Untuk hal itu, kami sudah komunikasikan dengan Sekda Bantul dan akan segera dibentuk peraturannya,” jelasnya.

Sementara itu, Bidang Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Bantul, Sri Wahyu Joko Santoso mengaku,i bahwa kesadaran vaksinasi di Bantul sudah menurun. Seusai lebaran dalam sehari hanya ada sekitar 150 orang yang melakukan vaksinasi, di sentra vaksinasi milik dinas kesehatan ini. Kondisi ini cukup timpang dibandingkan bulan Ramadan yang bisa melayani 300-500 orang per hari.

Terkait capaian vaksinasi di Bantul, Oki memaparkan hingga Rabu capaian vaksinasi di Bantul untuk dosis pertama telah menyentuh angka 87,78 persen dari 888.352 sasaran. Dosis kedua sebesar 74,20 persen dan dosis ketiga sebanyak 19,73 persen.

“Bagi masyarakat yang membutuhkan pelayanan vaksinasi sampai hari ini kami pastikan semua fasilitas layanan kesehatan di Bantul masih dibuka. Mulai dari rumah sakit hingga puskesmas,” tegasnya. (ers/bid)