Esai Ilmiah Biologi Transformasi Capaian Merdeka Belajar

Oleh: Setyo Nugroho, S.Pd., M,Pd.
Guru Biologi SMA Negeri 1 Demak

PEMBELAJARAN Kolaborasi Biologi di Tingkat SMA menurut Kurikulum Merdeka memberikan sebuah penguatan besar dalam menuju capaian dan kompetensi peserta didik dengan pengalaman pembelajaran yang tinggi untuk mengasah pola pikir siswa yang kritis, inovatif dan memiliki kesungguhan terhadap sebuah konsep pembelajaran Biologi di Sekolah. Salah satunya dengan mengumpulkan sebuah esai ilmiah seperti mahasiswa mengerjakan tugas akhir  atau skripsi. Mungkin beberapa tahun dahulu pola mind tugas akhir siswa disekolah pernah ada tetapi dengan disesuaikan dengan tema dalam profil pelajar Pancasila. Implementasi esai ilmiah ini dapat dimulai dari bagaimana proses pembelajaran yang membingkai ide intrinsik dalam kegiatan pembelajaran.

Ide esai ilmiah bisa dimulai dari bagaimana kurikulum sekolah dengan berbagai macam pilihan akan melakukan pemetaan mana dalam capaian pembelajaran yang diinginkan. Pemetaan dapat dilakukan di awal pembelajaran, treatment harus bagaimana untuk pembelajaran diferensiasi. Kolaborasi dengan desain pembelajaran di tingkatan MGMP sekolah dalam memberikan sebuah tugas akhir. Jika perlu, ada sebuah modul belajar bersama yang digunakan untuk menentukan project penguatan profil pelajar  Pancasila  dimulai dari mata pelajaran kelas X, menyesuaikan dengan tema yang ada sesuai dengan kondisi sekolah, misalnya kearifan lokal, di-break down dengan kondisi sekolah dampak pengetahuan  output siswa menghasilkan esai ilmiah, dengan tugas terjun di masyarakat, siswa melakukan, merekayasa dan menggunakan teknologi untuk membangun Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Adapun tahapan dalam output esai ilmiah ini dapat dimulai dari menentukan ide kolaborasi antara guru Biologi dengan beberapa guru dengan mapel serumpun. Menentukan instrumen yang dipakai dalam pelaksanaan observasi dokumentasi di lapangan. Langkah selanjutnya menghasilkan produk esai ilmiah menyesuaikan dengan tema project penguatan profil Pelajar Pancasila. Program ini kedepan akan memberikan sebuah pengalaman baru dalam peserta didik tentang bagaimana membangun paradigma berpikir sekaligus minat belajar peserta didik secara holistik dan menyeluruh.

Peran sekolah dalam penyusunan instrumen esai ilmiah sangat besar dalam membingkai profil siswa untuk mempunyai kemampuan berpikir kritis dan inovatif. Kedepan kolaborasi dengan Ekstrakurikuler Karya Ilmiah Remaja sangat penting bahkan dapat memunculkan sebuah brand sekolah baru terstruktur sebagai wujud penerapan implementasi kurikulum Merdeka, sekolah berbasis riset. Jika pola pengembangan kurikulum merdeka seperti di atas terlaksana maka dampaknya luar biasa bagi best practice pengembangan sekolah untuk project profil Pancasila dengan budaya baru menulis Esai Ilmiah.

Semua produk esai ilmiah akan menjadi bank karya ilmiah siswa di sekolah dengan berbagai macam inovatif ide brilian peserta didik yang bisa dipakai untuk pengembangan penelitian selanjutnya. Bagaimana peran pembelajaran Biologi di sekolah dalam mendukung project profil Pancasila? Pasti sangat penting bahkan di konsep pembelajaran Biologi sudah dikenalkan sejak awal tentang metode ilmiah untuk memulai  penyusunan sebuah laporan esai ilmiah. Maka dengan penguatan pembelajaran kolaboratif Biologi Kurikulum Merdeka sangat penting dalam mendukung terbentuknya ekosistem ilmiah di sekolah.

Bapak Ibu Guru juga dapat berkolaborasi untuk berbagi ide tema tentang pengembangan esai ilmiah menyesuaikan dengan minat dan kesungguhan peserta didik, dampak lain yang luar biasa di antara budaya meneliti akan tercipta sekaligus menasbihkan iklim dan budaya literasi. Semakin membiasakan sesuatu sesuai dengan awal pemahaman peserta didik terhadap konsep pembelajaran yang diikuti.

Jika hal ini tercipta mulai kelas X dan selanjutnya di kelas XI dan XII, maka ada progress perubahan pola berpikir dan kesungguhan untuk inovatif sesuai dengan minat dan keinginan siswa dalam produk esai ilmiah. Jadi, dengan adanya target project Esai Ilmiah akan memberikan dampak global yang luar biasa bagi transformasi sekolah khususnya terpenuhinya capaian belajar yang hakiki bagi peserta didik. (*)