Strategi Guru PAI dalam Penerapan Pengenalan Huruf Hijaiyah

Oleh : Sri Wasturiati, S.Pd.I
Guru PAI SDN 03 Wanarejan, Kec. Taman, Kab. Pemalang

PENGENALAN dan penguasaan huruf hijaiyah yang merupakan dasar untuk membaca dan mempelajari kitab suci Al-Quran sejak dini sangat penting. Metode dalam belajar huruf hijaiyah biasanya diberikan oleh guru mengaji secara tradisional (konvensional). Pengajaran ini cenderung membuat anak-anak yang diajari menjadi pasif dalam menerima pelajaran mengajinya, karena guru mengaji menerangkan anak dalam belajar membaca huruf hijaiyah secara lisan, tulisan, dan bahasa tubuh.

Dalam mengajarkan peserta didik untuk mengenal dan menghafalkan huruf-huruf hijaiyah, sangat terkait dengan proses mengajarkan cara membaca dan menuliskannya. Pada saat siswa telah mampu mengidentifikasikan huruf-huruf hijaiyah, kemudian ia mampu untuk melafalkannya dengan baik dan benar sesuai dengan makhrajnya. Kondisi ini dilanjutkannya dengan mengajarkan murid tata cara menuliskan huruf-huruf hijaiyah. Setelah proses pengidentifikasian, pelafalan dan penulisan huruf-huruf hijaiyah ini dikuasai dengan baik oleh seluruh murid, maka langkah selanjutnya adalah mengajarkan cara menghafalkannya. Hal ini dimaksudkan agar penguasaannya dalam melafalkan dan menulis huruf-huruf hijaiyah tertanam dengan kuat dalam memori otak.

Untuk mencapai tujuan itu, ada beberapa hal yang harus dilakukan, baik dalam tahap persiapan maupun tahap pelaksanaannya. Pertama adalah tahap persiapan. Terdapat beberapa hal yang harus dipersiapkan oleh guru, antara lain 1) merumuskan tujuan yang harus dicapai oleh murid yang meliputi tiga aspek, yakni aspek pengetahuan, aspek pelaksanaan, dan aspek pembiasaan. Secara garis besar hal ini telah diuraikan pembahasannya dalam modul ini pada kegiatan belajar; 2) Persiapan garis besar langkah-langkah pengajaran yang akan dilakukan. Garis-garis besar langkah pengajaran diperlukan sebagai panduan untuk menghindari kegagalan; dan 3) Mempersiapkan alat bantu.

Tahap selanjutnya adalah pelaksanaan, mulai dari mengajak siswa berkonsentrasi untuk memperhatikan huruf-huruf hijaiyah yang disertai dengan tanda bacanya, kemudian awali dengan mengajarkan cara membaca huruf hijaiyah dengan harakat fathah. Pastikan bahwa murid telah mampu mengidentifikasikan huruf hijaiyah, untuk tahap awal transliterasi dapat dibiarkan terbuka, setelah murid mampu mengidentifikasikan tutuplah bacaan transliterasinya. Setelah siswa mampu membacakannya dengan baik dan benar, mulailah meminta siswa untuk menghafalkannya. Dimulai dengan tujuh huruf pertama dibacakan tiga kali lalu tutuplah huruf tersebut. Pastikan semua murid dapat melafalkan dan menghafalkan dengan baik dan benar. Setelah semua murid hafal tujuh huruf yang pertama, mulailah menghafal tujuh huruf yang kedua. Perlu diingat bahwa guru dilarang mengajarkan untuk menghafal tujuh huruf kedua sebelum tujuh huruf pertama telah dihafal oleh semua murid. Begitu seterusnya hingga semua huruf hijaiyah dapat dihafalkan oleh semua murid. Ciptakan suasana yang kondusif dan menyenangkan dengan menghindari suasana yang menegangkan. Berikan kesempatan terbanyak kepada siswa untuk secara aktif menghafalkan huruf-huruf hijaiyah sesuai makhraj dan tanda bacanya. Setelah tanda baca harakat fathah dikuasai dilanjutkan dengan tanda baca selanjutnya hingga selesai. Pastikan seluruh murid hafal seluruh huruf-huruf hijaiyah sesuai tanda baca dan makhrajnya dengan baik dan benar.

Terakhir adalah tahap mengakhiri. Apabila pelaksana pembelajaran menghafal huruf-huruf hijaiyah sesuai makhraj dan tanda bacanya telah selesai dilakukan, proses pembelajaran perlu diakhiri dengan memberikan penugasan yang berkaitan dengan hafalan huruf-huruf hijaiyah sesuai dengan makhraj dan tanda bacanya. Hal ini diperlukan untuk lebih memantapkan dan melancarkan pelafalan dan hafalan yang dilakukan oleh murid. Sehingga murid selalu ingat dan terbiasa melafalkan dan menghafalkan. Dalam tujuan pembelajaran, ini masuk dalam aspek pembiasaan. (*)