Oleh: Nur Khasanah, S.Pd.SD
Guru SDN 04 Bulu, Kec. Petarukan, Kab. Pemalang
TUJUAN pembelajaran pada hakikatnya adalah sebuah proses interaksi timbal balik antara guru dan siswa dalam sebuah kegiatan pembelajaran (Dimyati & Mudjiono, 2006). Guru merupakan salah satu faktor penting sebagai fasilitator jalannya proses pembelajaran. Oleh karena itu, hendaknya seorang guru mampu merancang pembelajaran lebih efektif, menarik, dan bermakna sehingga tujuan pembelajaran dapat tercapai dengan maksimal. Berhasilnya suatu tujuan pembelajaran ditentukan oleh banyak faktor, salah satu di antaranya yaitu pemilihan metode maupun penggunaan media pembelajaran yang sesuai dengan materi dan karakteristik siswa (Hayati, 2005).
Giles & Temple menyatakan bahwa membaca adalah kegiatan visual, berupa serangkaian gerakan mata dalam mengikuti baris-baris tulisan, pemusatan penglihatan pada kata dan kelompok kata, melihat ulang kata-kata dan kelompok kata untuk memperoleh pemahaman terhadap bacaan. Kemampuan membaca menurut Godman (dalam Solehuddin, dkk, 2009:72), membaca bukan hanya kegiatan membunyikan huruf-huruf, tetapi juga memberi makna pada tulisan yang dibaca, sehingga anak akan mampu berpikir tentang apa yang dibaca. Adapun kriteria penilaian keterampilan membaca menurut Nurgiyantoro (2013:391) yaitu pemahaman detail isi teks, kelancaran pengungkapan, ketepatan diksi, ketepatan diksi, ketepatan struktur kalimat, dan kebermaknaan penuturan
Hasil pengamatan pada proses pembelajaran pada SDN 04 Bulu, Kecamatan Petarukan, Kabupaten Pemalang kelas 1 menunjukkan hasil belajar pada kemampuan membaca kurang maksimal. Tidak tercapainya tujuan pembelajaran secara maksimal ini disebabkan karena pada Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) masih menggunakan metode konvensional terpusat pada guru, kurangnya penggunaan metode yang bervariasi, dan juga penggunaan media ataupun alat peraga yang sangat minim. Oleh sebab itu, perlu suatu upaya untuk mengefektifkan kemampuan membaca. Salah satunya dengan penggunaan media flashcard.
Menurut Rudi Susilana dan Cepiriyana, flashcard merupakan media pembelajaran yang berupa kartu bergambar berukuran 25 x 30 cm. Gambar-gambar pada flashcard merupakan serangkaian pesan yang disajikan dengan adanya keterangan pada setiap gambar. Adapun langkah-langkah penggunaan media flashcard adalah sebagai berikut: 1) kartu-kartu yang telah disusun di pajang setinggi dada dan menghadap ke siswa; 2) cabut satu persatu setelah guru selesai menerangkan; 3) berikan kartu-kartu yang telah diterangkan tersebut kepada siswa yang dekat dengan guru. Mintalah siswa untuk mengamati kartu tersebut, selanjutnya diteruskan kepada siswa lain sehingga semua siswa mengamati.
Flashcard juga dapat digunakan sebagai media pembelajaran permainan yaitu dengan langkah-langkah sebagai berikut: 1) letakkan kartu-kartu secara acak pada sebuah kotak yang berada jauh dari siswa; 2) siapkan siswa yang akan berlomba; 3) guru memerintahkan siswa untuk mencari kartu yang berisi gambar teks atau lambang sesuai perintah; 4) setelah mendapatkan kartu tersebut siswa kembali ke tempat semula/start; 5) siswa menjelaskan isi kartu tersebut.
Azhar Arsyad (2013:102-108) menyatakan bahwa media flashcard memiliki beberapa kelebihan, di antaranya yaitu: a) Mudah dibawa ke mana-mana dengan ukuran yang kecil. Flashcard dapat disimpan ditas bahkan di saku, sehingga tidak membutuhkan ruang yang luas dapat digunakan di mana saja, baik di kelas ataupun di luar kelas; b) Praktis. Dilihat dari cara pembuatan dan penggunaannya, media flashcard sangat praktis. Dalam menggunakan media ini, guru tidak perlu memiliki keahlian khusus. Jika ingin menggunakan, kita tinggal menyusun gambar sesuai kebutuhan dan keinginan kita.
Namun, media flashcard memiliki beberapa kelemahan, seperti apa yang di kemukakan oleh Wina Sanjaya (2008:214) yaitu: a) anak hanya mengetahui dan mengetahui hanya sebatas kata dan gambar yang ada pada media flashcard; b) hanya menekankan persepsi indra mata; c) ukuran sangat terbatas untuk kelompok besar. Namun demikian, jika guru mampu memaksimalkan kelebihan yang dimiliki, media flashcard ini dapat digunakan secara maksimal dan siswa dapat mencapai ketuntasan belajar. (*)










